Mencuat Dugaan Sabotase usai Pidato Pemimpin Dunia di PBB soal Palestina Terganggu Imbas Insiden Mikrofon Mati

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 30 September 2025 | 22:03 WIB
Mikrofon Prabowo mati di Sidang PBB karena batas waktu, bukan gangguan teknis. Pesan Indonesia soal Palestina tetap tersampaikan jelas. (Malang terkini)
Mikrofon Prabowo mati di Sidang PBB karena batas waktu, bukan gangguan teknis. Pesan Indonesia soal Palestina tetap tersampaikan jelas. (Malang terkini)

JURNALMETROPOLITAN.com - Sidang Majelis Umum PBB di New York pada Selasa, 23 September 2025, diwarnai insiden teknis. Mikrofon mati berulang kali ketika isu Palestina menjadi sorotan utama sederet pemimpin dunia.

Gangguan itu menimpa saat pidato yang digemakan Recep Tayyip Erdogan selaku Presiden Turki, Mark Carney sebagai Perdana Menteri Kanada, hingga Prabowo Subianto sang Presiden RI.

Berdasarkan laporan TRT World pada hari yang sama, ketiganya tengah menyampaikan pesan penting terkait Palestina.

Bagi sebagian pengamat, momen ini terasa janggal. Suara pro-Palestina sempat terputus saat sedang menjadi sorotan dan mencuatkan dugaan adanya sabotase dalam majelis umum PBB tersebut.

Hal ini bahkan sempat disoroti Direktur Informasi Media Kemlu RI, Hartyo Harkomoyo yang menyoroti ihwal pernyataan pihak PBB yang menegaskan hal tersebut hanyalah masalah teknis.

Baca Juga: Menkeu Purbaya dan Jalan Koboi Menuju Target Sumitronomics: Dilema Ambisi Pertumbuhan dengan Risiko Gejolak Pasar Global

“Apabila pidato lebih dari lima menit, maka mic akan dimatikan,” ujar Hartyo dalam pernyataannya, pada Selasa, 23 September 2025.

Lantas, bagaimana kronologi insiden mikrofon mati yang terjadi saat pidato para pemimpin dunia di Sidang PBB, New York? Berikut ulasan selengkapnya.

Keluh Pendengar saat Pidato Erdogan: Suaranya Hilang!

Insiden pertama terjadi saat Erdogan berbicara di urutan kedua dalam agenda sidang PBB di New York tersebut.

Saat itu, mengecam tindakan Israel di Gaza dan menyerukan pengakuan negara Palestina.

"Pidatonya terputus. Penerjemah di ruang sidang mengatakan, “Tidak bisa mendengar Presiden, suaranya hilang.” Kebingungan sempat muncul sebelum gangguan cepat diatasi," ungkap TRT World dalam laporannya pada Selasa, 23 September 2025.

Prabowo: Kami Bersedia Menyediakan Pasukan Penjaga Perdamaian

Baca Juga: Awal Mula Kasus 352 Siswa Keracunan Imbas MBG di KBB hingga Kini Dedi Mulyadi Janji Evaluasi Paripurna

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X