JURNAL METROPOLITAN - Sama-sama menyebut negaranya sebagai negara Korea, namun antara Korea Selatan dan Korea Utara memiliki kebiasaan bak bumi dan langit.
Nama Korea Selatan dan Korea Utara berawal dari semenanjung Korea yang terbagi menjadi dua bagian yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
Pemisahan keduanya secara resmi terjadi pada 17 Agustus 1945. Korea yang menjadi dua itu juga didasarkan atas dua zona okupansi yaitu Uni Soviet di utara dan Amerika Serikat di selatan.
Baca Juga: Tekuk Korea Selatan, Ghana Melenggang ke Babak 16 Besar
Seperti diketahui setelah penjajahan Jepang di Korea yang berakhir karena kekalahan Jepang pada Perang Dunia II tahun 1945, Korea dibagi menjadi dua wilayah berdasarkan garis 38 derajat lintang utara sesuai dengan perjanjian yang diadakan oleh PBB.
Maka tercatatlah Uni Soviet memiliki kewenangan di bagian utara dan Amerika Serikat di bagian selatan.
Selain itu Uni Soviet dan Amerika Serikat tidak berhasil mencapai kesepakatan mengenai implementasi penyatuan Korea. Sehingga sampai kini mereka tetap menjadi Korea Selatan dan Korea Utara.
Hal inilah yang mengakibatkan pembentukan pemerintahan terpisah dengan masing-masing pemerintah mengklaim memiliki wilayah resmi atas seluruh Korea.
Baca Juga: Jadwal Piala Dunia Qatar 2022 Malam Ini, Korea Selatan vs Uruguay Bakal Alot
Sejarah Korea Selatan dalam perkembangannya diwarnai oleh pemerintahan yang demokratis dan otokratis secara bergantian.
Hingga kini walau bertetangga, Korea Selatan dan Korea Utara belum menunjukan tanda-tanda akan bersatu.
Kebijakan kedua negara yang berbeda itu berdampak juga terhadap sendi-sendi kehidupan lainya termasuk gaya hidupnya, khususnya riasan para wanita di Korea.
Wanita di Korea Utara urusan seperti gaya rambut, riasan, hingga pakaian yang digunakan harus mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Jungkook BTS Jadi Artis Korea Pertama yang Tampil di Pembukaan FIFA World Cup