JURNAL METROPOLITAN - Berkendara menyusuri jalan berkelok-kelok dengan pemandangan kaktus liar dan batu karang berusia berabad-abad di satu sisi dan laut biru terdalam yang di sisi lain.
Itu hanya sedikit keajaiban yang bisa ditemui di Bonaire di Pulau Karibia, Belanda.
Peta Pulau Karibia Belanda menjukkan posisinya yang terletak tepat di atas Amerika Selatan. Di sisi lain Pulau Karibia Belanda ini berada di bawah sabuk badai.
Baca Juga: Mau Tahu Rasanya Tinggal di Bawah Laut? Cek Akomodasi yang ada di Dubai, Maldiv dan Swedia Ini
Keajaiban lainnya yang ditemui adalah Flamingo (sejenis unggas) warna merah muda yang cerah. Pemandangan Flamingo di tempat ini kabarnya jumlahnya melebihi jumlah manusia.
Laut di Pulau Karibia Belanda tak kalah pesona dengan gerombolan ikan berwarna pelangi berenang tepat di bawah permukaan air jernih.
Sementara keledai liar yang bebas berlarian bisa dilihat dari sela-sela pegunungan yang terbentang di daratan terbuka.
Semua pemandangan itu berada di lokasi Bonaire atau dikenal juga "B" di "Kepulauan ABC". Di tempat ini adalah surga yang belum ditemukan bahkan ada yang menyebutkan tempat yang kurang populer dibandingkan Aruba dan Curacao.
Baca Juga: Yuk, Jalan-jalan ke Laut Tanpa Basah-basahan
Faktanya, Bonaire pada 2019, pulau itu hanya dikunjungi 157.800 pengunjung, sekitar 25% di antaranya orang Amerika, menurut Statistik Belanda.
Tampaknya para turis yang mampir ke Bonaire menyebutkan bahwa di sekitar Bonaire memang tidak terlihat toko dan tidak ada lampu lalu lintas yang dapat ditemukan di sana.
Tourism Corporation Bonaire memberi alasan bahwa Bonaire memang dibiarkan seperti alam senyata mungkin. Termasuk tidak memasang lampu dan tidak ada toko.
Umumnya yang datang ke Bonaire memang melihat alam terbuka bebas dan semua penghuni aslinya seperti Flamingo. Keindahan Bonaire dengan alam bebasnya memang itulah yang dikehendaki pengelola Bonaire.***