internasional

Transformasi Kuwait Menuju Peradaban Kota Modern yang Terintegrasi

Rabu, 18 Januari 2023 | 15:00 WIB
Abdali Economic Zone - Kuwait

JURNAL METROPOLITAN - Kuwait saat ini sedang merencanakan pembangunan fisik yang ambisius untuk membentuk kembali negara itu.

Kuwait memandang perlu untuk membangun peradaban kotanya demi mereposisi perannya sebagai pusat keuangan dan perdagangan regional.

Kota-kota baru tersebut terdiri dari distrik, zona, dan pusat perdagangan dan industri yang sedang ditata kembali untuk tujuan identitas perkotaan dan ekonomi Kuwait sebagai kelompok kompetitif yang dinamis dan terintegrasi.

Baca Juga: Arab Saudi Rancang Kota Ultra-Futuristik NEOM

Pembangunan yang sedang berlangsung berada pada berbagai tahap penyelesaian. Tetapi satu yang menonjol karena konsepnya yang unik dan potensi investasi yang melimpah yakni Zona Ekonomi Abdali, Abdali Economic Zone (AEZ).

AEZ adalah pengembangan baru yang terletak 90 kilometer dari Kota Kuwait dan Bandara Internasional Kuwait.

Tercatat 35.000 penduduknya akan tinggal di kota 'cerdas ekonomi' pertama di negara itu dengan memanfaatkan infrastruktur yang dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan, seperti daur ulang air dan limbah, sistem angkutan massal, dan ruang terbuka hijau.

Dekat dengan perbatasan Irak, kota ini akan berfungsi sebagai landasan pertumbuhan wilayah utara Kuwait, menciptakan pusat perdagangan baru yang sejauh ini terkonsentrasi di ibu kota dan menciptakan banyak zona aktivitas bisnis.

Baca Juga: Istana Versailles, Bukti Kejayaan Prancis yang Bisa Dinikmati Generasi Zaman Now

"The country continues to move forward towards a sustainable, digitalized, and inclusive economy to ensure a more resilient and prosperous future. This economic transformation is being reflected in the numerous megaprojects in the pipeline that capitalizes on the country’s unique proposition." ujar yang Mulia Sheikh Ahmad Nawaf Al-Ahmad Al-Sabah, Perdana Menteri Kuwait.

Gerbang untuk ekspor

Zona Abdali diposisikan secara optimal untuk menyediakan fungsi gerbang untuk perdagangan yang berfokus pada ekspor antara Kuwait, wilayah utara, dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang lebih luas.

Salah satu daya tarik utamanya adalah akses ke kereta api GCC, sebuah sistem yang diusulkan untuk menghubungkan keenam negara Teluk.

Kedekatan lainnya adalah kedekatan dengan pelabuhan Mubarak Al Kabeer yang sedang dibangun di Pulau Boubyan.

Halaman:

Tags

Terkini