JURNAL METROPOLITAN - Perjalanan menggunakan kereta malam telah berkembang pesat belakangan ini. Hal ini berkaitan dengan upaya melakukan pemborosan energi.
Terlebih dengan adanya kesadaran terhadap lingkungan. Misalnya Prancis, yang baru-baru ini melarang penerbangan jarak pendek sebagai tanggapan atas Kesepakatan Hijau Eropa, sebuah rencana ambisius untuk mengurangi emisi transportasi hingga 90% pada tahun 2050.
Dengan adanya kesadaran itu menjadikan kereta malam sebagai alternatif transportasi yang banyak dipilih. Digencarkannya “Tahun Rel” pada tahun 2021, menandai dukungan terhadap menyelaraskan koneksi di seluruh benua Eropa.
Baca Juga: Ke Kota Palembang, Tempat Wisata Ini Cocok Buat Ajak Keluarga
Seperti dikuti cntraveler.com menyebutkan beberapa perkeretaapian milik negara atau bersubsidi Eropa menjadi terdepan dengan menghadirkan kereta berenergi bersih baru dan layanan yang diperluas.
Seperti yang dilakukan Kementerian Transportasi Prancis yang menginvestasikan lebih dari 100 juta euro di SNCF, jalur kereta api milik negara, untuk memodernisasi kabin tidur.
Hal itu terlihat dari kereta api dengan tempat duduk dan tempat tidur yang nyaman, Wi-Fi yang andal, dan rute baru, termasuk Paris ke Nice, Berlin, dan Tarbes yang menjadi pintu gerbang ke Pyrenees di selatan Prancis.
ÖBB milik negara Austria saat ini mengoperasikan 20 rute malam, termasuk jalur baru dari Wina ke Amsterdam dan Paris. Badan tersebut baru saja memesan 33 kereta tidur pada tahun 2023 ini.
Baca Juga: Peserta Reli Internasional Qatar Mulai Bertarung
Privasi pun menjadi sangat penting dengan generasi baru kereta malam ini. Sebagian besar gerbong kereta dirancang untuk pasangan, keluarga, atau teman. Semua akan memiliki toilet dan shower en suite.
Kereta milik pribadi juga ikut serta dalam permainan kereta malam. Alpen-Sylt Nachtexpress diluncurkan baru-baru ini dengan rute dari Salzburg dan Danau Constance ke pulau kelas atas Sylt di Laut Utara.
Ditto untuk Snällåget yang dioperasikan secara pribadi di Swedia, menjalankan rute malam hari dari Stockholm ke Malmö dan ke Jämtland, 340 mil barat laut ibu kota.
Midnight Trains yang berbasis di Paris, yang menggambarkan dirinya sebagai "hotel di atas rel", berencana untuk diluncurkan pada tahun 2024 dengan rute yang pada akhirnya akan mencakup koneksi Paris ke Edinburgh dan Lisbon.
Baca Juga: Sudah Ribuan Tahun Wafat, Wali Ini Masih Didoakan Umat Islam