JURNAL METROPOLITAN - Dari hasil tim peneliti AS disebutkan bahwa erythritol dalam darah meningkatkan trombosis dan pembekuan darah.
Seperti dikutip hankyung.com, CNN melaporkan penelitian terbaru itu menyebut bahwa erythritol, pemanis rendah kalori yang digunakan sebagai pengganti gula, ditemukan meningkatkan risiko penggumpalan darah, serangan jantung, dan stroke.
Stanley Hazen dari Cleveland Clinic Runner Institute di Amerika Serikat itu menerbitkan penelitiannya dalam jurnal internasional 'Nature Medicine'.
Baca Juga: Pantai Seamill Skotlandia, Banyak Dipilih sebagai Wisata Musim Semi
Penelitian juga mengatakan bahwa orang dengan faktor risiko penyakit jantung memiliki tingkat erythritol darah tinggi yang menggandakan risiko serangan jantung atau stroke.
"Orang dengan kadar erythritol darah di 25% teratas memiliki risiko dua kali lipat terkena serangan jantung atau stroke dibandingkan mereka yang berada di 25 persen terbawah," kata Hazen.
Tim peneliti menganalisis darah 1.157 orang Amerika dengan faktor risiko penyakit jantung yang dikumpulkan antara 2004 dan 2011 untuk menemukan enzim risiko yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, atau kematian dalam tiga tahun ke depan di antara bahan kimia yang tidak diketahui dalam darah.
"Dalam prosesnya, kami menemukan satu zat yang tampaknya memainkan peran besar dalam penyakit jantung, tapi kami tidak tahu apa itu. Analisis selanjutnya ternyata adalah erythritol pemanis."
Baca Juga: Tak Hanya Mewah, Resto Ini Lima Terbaik di Dunia
Untuk memverifikasi hasil ini, tim peneliti juga menganalisis darah lebih dari 2.100 orang Amerika dan 833 orang yang dikumpulkan di Eropa pada tahun 2018, dan di semua kelompok, kadar erythritol darah tinggi dikaitkan dengan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian dalam waktu 3 tahun.
Dalam percobaan hewan selanjutnya, tim peneliti menemukan bahwa erythritol meningkatkan trombosis atau menyebabkan pembekuan darah.
Mereka menjelaskan bahwa erythritol tampaknya membuat trombosit menggumpal, membuat gumpalan lebih mudah terbentuk.
Jika bekuan darah pecah dan mengalir ke jantung melalui pembuluh darah, dapat menyebabkan serangan jantung, dan jika mengalir ke otak, dapat menyebabkan stroke.
Artikel Terkait
Setelah Berjuang Menderita Stroke, Tantri Kotak Harus Kehilangan Ayah Tercinta untuk Selamanya
Indonesia Butuh 210 Rumah Sakit Pendidikan
Bintang Arsenal Marc Overmars Dirawat Akibat Sakit Stroke
Waspada, Lima Gejala Stroke Pada Wanita
Coklat Hitam Manfaatnya Bisa Tangkal Penyakit Ini