JURNAL METROPOLITAN - Selama ini masyarakat khususnya kaum wanita di Indonesia, menganggap bahwa kalau ada benjolan di payuradara itu pasti tumor. Gejala awal menuju kanker.
Bagi wanita, kata tumor itu cukup menakutkan. Sebab tumor bisa jinak atau ganas, apalagi kalau memang sudah pernah diperiksakan ke dokter dan dinyatakan bahwa itu memang terkesan tumor ganas.
"Mereka berpikir, wah ini bahaya. Tumor itu kan adalah penyakit yang akan membutuhkan biaya pengobatan dokter yang mahal nih," kata Indah Kirana Atal S. Depari, Ketua Umum Ikatan Keluarga Wartawan (IKWI) Pusat di ruang kerjanya, Gedung Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Hal tersebut disampaikan Indah Kirana kepada Jurnal Metropolitan, mengutip cerita beberapa wanita saat organisasi yang dipimpinnya menggelar acara "Deteksi Dini Kanker Payudara" pertengahan Desember 2022 lalu.
Baca Juga: Hj Decy Widhiyanti, Serius Tekuni Tata Rias Pakaian Pengantin Adat Betawi
Istri dari Ketum PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat ini pun lalu melanjutkan ceritanya. Katanya, dari pemahaman tersebut banyak wanita akhirnya memilih cara lain dengan pengobatan alternatif.
Kemudian mereka menunggu sebulan, dua bulan hingga tiga bulan, ternyata tumor yang ada di payudaranya itu ganas sekali. Dalam masa tiga bulan itu adalah sudah masuk stadium empat.
"Jadi masyarakat kita banyak yang seperti itu. Mereka takut kalau mau ke dokter. Akhirnya lebih memilih pengobatan alternatif," kata Indah Kirana.
Karena itu, tagert yang ingin dicapai dari program bakti sosial IKWI ini agar sebagai keluarga pers bisa mendapat wawasan dari apa yang disampaikan oleh tim dokter yang menjadi narasumber.
Baca Juga: UU KUHPidana, DPP KAI: Kontroversi dan Membelenggu Hak Asasi Manusia
Misalnya dari penjelasan dokter di acara webinar soal pemeriksaan, jika ditemukan ada benjolan di payudara, maka jangan terburu shock, panik tapi bagaimana cara menghadapinya.
Salah satunya, dengan cara melakukan pemeriksaan Sadanis (pemeriksaan payudara secara klinis). Jangan terlalu percaya informasi atau berita yang bersifat hoax. Misalnya, berobat alternatif.
Kebetulan, katanya, tim dokter yang menangani pemeriksaan saat bakti sosial kesehatan IKWI Pusat sat itu, adalah dari MRCCC SIloam Hospital Semanggi, Jakarta Selatan.
Webinar dengan topik "Deteksi Dini Kanker Payudara" ini dipilih karena berdasarkan data statistik, dalam lima tahun terakhir di Indonesia terdapat lebih dari 200.000 kasus kanker payudara.
Artikel Terkait
Liga Premier: Arsenal Tak Tergoyahkan di Puncak Klasemen Usai Libas Brighton 4-2
Siapakah Al Nassr, Klub Baru Cristiano Ronaldo? Penasaran Kan? Mau Tau...
Inilah Perasaan Bos Man Utd Erik ten Hag Usai Ronaldo Berlabuh di Al-Nassr
Hj Decy Widhiyanti, Serius Tekuni Tata Rias Pakaian Pengantin Adat Betawi
Kuliner Pacitan, Ada yang Bahannya Ikan Laut yang Terkenal Buas
Lee Bo Young Pertaruhkan Karier di Tengah Persaingan Antarkolega. Drama Ini Akan Tayang 7 Januari
Malam Tahun Baru Usai, Petugas Kebersihan DKI Jakarta Langsung Kerja Sampai Subuh
2023 Kembang Api Warnai Malam Tahun Baru di Bali
Pesona Taman Bungkul, Sasaran Warga Nikmati Malam Tahun Baru di Surabaya
Meriahnya Kembang Api Sambut Tahun Baru di Swiss