khazanah

Mengemis Itu Terlarang? Mengapa. Inilah Dampaknya di Akhirat Kelak !

Minggu, 22 Januari 2023 | 09:20 WIB
MUI Parepare keluarkan fatwa haram mengemis di ruang publik (drn)

 

JURNAL METROPOLITAN - Mengemis itu dilarang dalam agama Islam. Bahkan, Allah Subhanahu wa'taala mengancam seseorang yang di dunia menjadi pengemis di akhirat kelak wajahnya tanpa sekerat daging sedikitpun.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc menukili hadits dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

“Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.” (HR. Bukhari, no. 1474; Muslim, no. 1040).

Baca Juga: Berperkara di Pengadilan? Minta Bantuan Posbakum, Gratis Asal Ada SKTM

Pengasuh Pondok Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul DI Yogyakartaa itu mengajak kita mengingat kaidah dari Imam Ibnul Qayyim dari kitab Al-Fawaid:

“Jika satu pintu rezeki ditutup, masih akan terbuka pintu rezeki yang lain.”

"Jadi, jangan lah mengemis. Karena mengemis itu tanda kita hina di hadapan manusia. Mengemis itu tanda kita malas kerja,".

Ingat, Abdurrahman bin Auf, bakda hijrah ke Madinah, ia tak punya apa-apa lagi. Ia tetap tak mau dapat gratisan dari Sa’ad bin Ar-Rabi’ Al-Anshari.

Ketika itu Sa’ad Al-Anshari memiliki dua orang istri dan memang ia terkenal sangat kaya. Lantas ia menawarkan kepada ‘Abdurrahman bin ‘Auf untuk berbagi dalam istri dan harta.

Artinya, istri Sa’ad yang disukai oleh ‘Abdurrahman akan diceraikan lalu diserahkan kepada ‘Abdurrahman setelah ‘iddahnya. ‘Abdurrahman ketika itu menjawab,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِى أَهْلِكَ وَمَالِكَ ، دُلُّونِى عَلَى السُّوقِ

“Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu. Cukuplah tunjukkan kepadaku di manakah pasar.”

Baca Juga: Harus Kamu Lakukan, Ini Lima Kebiasaan Sehat Saat Bangun Tidur

Halaman:

Tags

Terkini