JURNAL METROPOLITAN - Kerajaan Majapahit dan Gajah Mada tak bisa dipisahkan dari sejarah kerajaan yang pernah berdiri di tanah Jawa.
Banyak peninggalan Kerajaan Majapahit yang diperkirakan saat ini berada di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Dan ada ada satu desa yang dipenuhi dengan situs peninggalan Kerajaan Majapahit.
Nama desanya adalah Desa Trowulan. Desa ini bisa menjadi tempat wisata sejarah dengan melihat berbagai bentuk peninggalan Kerajaan Majapahit.
Baca Juga: Di Si Bolang Durian, Presiden Jokowi Pilih Durian Enak yang Dimakan bersama Insan Pers Medan
Salah satunya adalah Kolam Segaran. Kolam Segaran ini menjadi salah satu dari 32 waduk yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit yang masih ada hingga sekarang.
Kolam yang terbuat dari batu bata ini berbentuk persegi panjang yang berukuran panjang 375 m dan lebar 125 m, dinding kolam setinggi 3,16 m, sementara lebarnya 1,6 m.
Terdapat cerita rakyat yang berkembang pada masa kejayaan Majapahit, konon Kolam Segaran berfungsi sebagai tempat rekreasi atau menjamu tamu dari luar negeri.
Tetapi, jika dilihat dari adanya saluran keluar masuk dan luasnya, kemungkinan besar Kolam Segaran dulunya digunakan sebagai waduk atau penampung air.
Baca Juga: Desa Wisata Tamansari Banyuwangi Raih Penghargaan Community Based Tourism tingkat ASEAN
Selain itu saat berada di Trowulan bisa mendatangi Museum Trowulan atau yang saat ini disebut dengan Pengelolaan Informasi Majapahi didirikan oleh R. A. A. Kromojoyo (salah seorang Bupati Mojokerto) yang bekerja sama dengan Ir. Henri Maclaine Pont (seorang arsitek Belanda) pada tanggal 24 April 1994.
Mereka mendirikan Oudheeidkundige Vereeneging Majapahit (OVM) dengan tujuan untuk meneliti peninggalan-peninggalan Kerajaan Majapahit dan untuk menyimpan artefak-artefak yang didapatkan dari proses, penggalian, survei, ataupun penemuan secara tak sengaja.
Ada fenomena alam yang hingga kini masih dirasakan warga Trowulan. Yaitu adanya kabut Trowulan yang dikaitankan dengan sejarah Kerajaan Majapahit di masa lalu.
Kabut tersebut dianggap misteri bagi warga setempat karena konon merupakan ciptaan Gajah Mada, patih kerajaan yang menjadi andalan sang raja Majapahit.
Baca Juga: Sekarang Musimnya Berburu, Ini Tempat untuk Rasakan Legitnya Durian