Kabarnya, kabut itu juga menjadi salah satu strategi Gajah Mada mempertahankan kerajaan dari musuh semasa berperang.
Lantaran kabut yang begitu tebal, musuh pun bakal tak kuasa melakukan aktivitas hingga penyerangan. Hal itu disebut-sebut sebagai salah satu kesaktian Gajah Mada yang begitu berperan bagi kerajaan.
Gajah Mada menciptakan kabut tebal yang menyelimuti Trowulan tersebut yakni dengan membaca serangkaian doa hingga mantra khusus.
Disebut-sebut, kabut tebal Trowulan yakni berasal dari Kiai Pagawal. Secara khusus, kabut tersebut diturunkan langsung dari Gunung Arjuno hingga Anjasmoro guna menutupi Majapahit.***