“Saat ini tidak ada yang mengkhawatirkan dan tertangani semua. Tahun ini semua terpantau maksimal, mulai dari skrining saat mendaftar, periksa saat sudah ditetapkan sebagai KPPS dan terkontrol. Untuk medis masih standby 24 jam di puskesmas hingga 24 Februari 2024,” kata Sri Nowo Retno menanggapi.
Khusus pemungutan suara, Kota Bogor yang menargetkan partisipasi warganya sebesar 84 persen. Hingga (20/02) hasil rekapitulasi baru mencapai 60 persen yang masuk dan belum bisa dilihat sepenuhnya. Sebagaimana yang dilaporkan Kepala Badan Kesbangpol Kota Bogor, Adi Novan.
Baca Juga: Ikuti Kegiatan 'Ngubek Kulah', Warga Kota Bogor Kompak Menangkan Pasangan Ganjar - Mahfud
Namun demikian kepada Kesbangpol Kota Bogor, Bima Arya meminta agar ada evaluasi cepat dan dalam hitungan hari sudah didapat angka partisipasi pemilih di Kota Bogor. Khusus bagi kelurahan yang tinggi partisipasi pemilih akan dikunjunginya sebagai bentuk apresiasi.
Selain itu, dalam arahannya Bima Arya mengajak jajaran Pemkot Bogor untuk kembali fokus pada program-program prioritas Kota Bogor guna memaksimalkan sisa waktu jelang akhir masa jabatan sebagai Wali Kota Bogor hingga April mendatang.***
Artikel Terkait
Masih Jadi Destinasi Wisata Favorit, Kunjungan Wisatawan ke Kebun Raya Bogor Capai 50 Ribu Orang Saat Libur Natal 2023
Kelompok Tani Tunas Hijau Bagikan 1000 Bibit Alpukat Untuk Warga, Sebagai Bentuk Nyata Peduli Lingkungan
Usung Konsep Intimate Konser, Sunset di Kebun Kembali Digelar Tahun Ini