Polresta Bogor Kota Terjunkan Satgas Pangan, Fokus Telusuri Penyebab Kenaikan Harga Beras

photo author
Arif Fauzan Rakhman, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 21 Februari 2024 | 23:25 WIB
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara saat memimpi  Satgas Pangan melakukan peninjauan stok beras di sejumlah pasar, Rabu 21 Februari 2024 (Dimas / Jurnal Metropolitan)
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara saat memimpi Satgas Pangan melakukan peninjauan stok beras di sejumlah pasar, Rabu 21 Februari 2024 (Dimas / Jurnal Metropolitan)

 

JURNALMETROPOLITAN.com -- Bantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor atasi permasalahan ketersediaan dan kenaikan harga beras, Polresta Bogor Kota menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan

Nantinya, tugas dari Satgas Pangan korps Bhayangkara itu, untuk menelusuri penyebab naiknya harga beras di pasaran

Berdasarkan hasil penelusuran, Satgas Pangan itu memastikan stok cukup dan aman, meski harga masih melonjak

Baca Juga: Sidak ke Pasar dan Mal, Ini yang Ditemukan Satgas Pangan Kota Bogor

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara mengatakan, pihaknya turun ke pasar dan mengecek ke para pedagang beras eceran bersama Dinas Perdagangan Industri dan KUKM (DinKUKMDagin) Kota Bogor.

“Ada dua tempat yang kita datangi. Pertama di Distributor dan pedagang eceran yang ada di pasar," kata Kompol Luthfi Olot Gigantara, Rabu 21 Februari 2024

"Dari hasil pengecekan Satgas Pangan, stok masih tersedia di pasar,” sambungnya

Baca Juga: Komplotan Spesialis Jebol Minimarket Bawa Kabur Uang Ratusan Juta, 3 Pelaku Ditembak Polisi

Meski stok beras terpantau aman, Luthfi menemukan adanya peningkatan harga pada beras premium dan beras medium. 

Kenaikan harga itu dilaporkan para pedagang sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

Kenaikan harga beras ini, kata Luthfi, masih akan ditelusuri oleh pihaknya bersama DinKUKMDagin. 

Untuk kemudian ditentukan apakah akan dilaksanakan operasi pasar, untuk menstabilkan harga beras sehingga harga kembali normal di bawah harga Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga: Awas! DBD di Kota Bogor Tembus 750 Kasus, 4 Orang Meninggal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Arif Fauzan Rakhman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X