Partisipasi Pemilih di Kota Bogor hanya 63 Persen saat Pilkada 2024, KPU Beberkan Alasannya

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 4 Desember 2024 | 11:45 WIB
Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pilgub jabar dan pilwalkot Bogor oleh KPU Kota Bogor  (Dims / Jurnalmetropolitan.com)
Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pilgub jabar dan pilwalkot Bogor oleh KPU Kota Bogor (Dims / Jurnalmetropolitan.com)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor telah rampung melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat serta pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor pada Pilkada 2024.

Rapat pleno tersebut digelar di Padjajaran Suite Hotel, Perumahan BNR, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa 3 Desember 2024.

Menariknya, dalam rapat pleno ini muncul fakta jika suara Golput atau warga yang tidak memberikan hak suaranya di Pilkada serentak tahun 2024 mengungguli perolehan suara Pasangan Calon atau Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.

Baca Juga: Menkop Pastikan Kesiapan Program Dukung Asta Cita Swasembada Pangan

Berdasarkan data hasil pleno rekapitulasi perolehan suara, jumlah suara Golput di Pilkada tahun 2024 mencapai 291.024 suara. Sementara, jumlah partisipasi pemilih mencapai 524.225 suara.

Sedangkan, jumlah Daftar Pemilih Tetap atau DPT di Pilkada 2024 Kota Bogor mencapai 815.249 suara.

Ketua KPU Kota Bogor, Habibi Zaenal Arifin menuturkan, tingkat partisipasi pemilih di Pilkada serentak 2024 hanya mencapai sekitar 63 persen.

Baca Juga: SAH! KPU Umumkan Hasil Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilwalkot Bogor, Ini Hasilnya!

"Kalau lihat dari hasil KPU sendiri kurang lebih 63 persen yang datang ke TPS," tuturnya kepada wartawan usai rapat pleno terbuka, Selasa 3 Desember 2024.

Padahal menurutnya, pihak KPU menargetkan jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 ini sebanyak 85 persen.

"Iya, masih dibawah target," singkatnya.

Baca Juga: 3 Fakta Kasus Penembakan Oknum Polisi Terhadap Anak Sekolah di Semarang, Terbaru Menteri HAM Ungkap Soal Siswa yang Tewas

Sehingga, rendahnya partisipasi pemilih di Pilkada itu akan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pemilu untuk ke depannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X