Pj Wali Kota Pimpin Rapim Terakhir di Penghujung 2024

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 1 Januari 2025 | 21:10 WIB
Pj Wali Kota Pimpin Rapim Terakhir di Penghujung 2024 (Dims / Jurnalmetropolitan.com)
Pj Wali Kota Pimpin Rapim Terakhir di Penghujung 2024 (Dims / Jurnalmetropolitan.com)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) terakhir di penghujung 2024 di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (31/12/2024).

Rapim tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, didampingi oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi.

Banyak hal yang dibahas, di antaranya perkembangan realisasi anggaran dan kegiatan tahun 2024, rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, serta program lain seperti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Rencana kerja tahun 2025 menjadi salah satu topik utama yang dilaporkan.

Baca Juga: Momen Prabowo Sapa Masyarakat di Malam Tahun Baru Naik Maung Garuda, Warga Berebut Salam hingga Foto Bersama

Kepada seluruh jajaran Pemkot Bogor, Hery mengingatkan pentingnya memahami data dan informasi terkait indikator makro secara mendalam. Ia meminta agar data tersebut dicermati, dipelajari, dan dihafalkan.

"Secara umum, berdasarkan hasil dari fiskal, kinerja, realisasi, dan program, kita berada di jalur yang benar. Bapak-Ibu telah menunjukkan kinerja luar biasa. Saya hanya berusaha meneruskan, mempertahankan, memonitor, dan seterusnya dari yang telah dilakukan kepala daerah sebelumnya," kata Hery.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi, memaparkan beberapa capaian kinerja Pemkot Bogor berdasarkan indikator makro dan program-program strategis yang telah dijalankan selama tahun 2024.

Baca Juga: Nah Loh! DPRD Geram Layanan Biskita Transpakuan Dihentikan: Inkonsistensi Pemkot Bogor!

Salah satunya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor naik menjadi 79,03, berada di atas IPM Provinsi Jawa Barat dan IPM nasional. Beberapa faktor yang memengaruhinya adalah angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah (RLS), harapan lama sekolah (HLS), dan pengeluaran per kapita.

Persentase penduduk miskin di Kota Bogor juga mengalami penurunan, dari 6,67 persen menjadi 6,53 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Barat maupun nasional. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun dari 9,39 persen menjadi 8,13 persen.

Rudy juga menyampaikan bahwa inflasi Kota Bogor masih terkendali. Pada November 2024, tingkat inflasi tercatat sebesar 1,49 persen, sementara data Desember 2024 masih menunggu rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor.

Baca Juga: Nasi Gonjleng, Jadi Kuliner Khas Cilegon

Laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2024 mencapai 5,58 persen, meningkat dibandingkan 2023 yang sebesar 5,1 persen. Faktor yang memengaruhinya meliputi tingkat konsumsi masyarakat, investasi, belanja pemerintah, serta dana ekspor-impor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X