Pemkot Siap Renovasi GOR Pajajaran Untuk Sukseskan Porprov 2026

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Kamis, 24 April 2025 | 14:04 WIB
Pemkot Siap Renovasi GOR Pajajaran Untuk Sukseskan Porprov 2026 (Istimewa)
Pemkot Siap Renovasi GOR Pajajaran Untuk Sukseskan Porprov 2026 (Istimewa)

JURNALMETROPOLITAN.com - Kota Bogor menjadi salah satu tuan rumah dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov) 2026. Guna menyukseskan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana merenovasi Stadion Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran.

Sebagai bagian dari persiapan Kota Bogor, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim berkomitmen untuk belajar dan bebenah dalam pengelolaan stadion.

Dirinya pun bersama Kepala Dinas Olahraga (Kadispora), Taufik, bertolak menuju Stadion Joyokusumo di Kabupaten Pati dan dua stadion di Kabupaten Kudus, Stadion Wergu Wetan dan Stadion Supersoccer Arena.

Baca Juga: Bapemperda Geram, Pemkot Bogor Tak Serius Bahas Raperda Utilitas Jaringan Komunikasi dan PBG

Sehubungan dengan rencana renovasi GOR Pajajaran, Dedie Rachim menyampaikan perlu melihat dan belajar langsung ke stadion yang memiliki kapasitas sama.

"Termasuk jenis rumput dan fasilitas penunjangnya," ucapnya, Rabu (23/4/2025).

Dedie Rachim menambahkan, kesamaan Stadion Joyokusumo, Stadion Mergo Wetan Kudus, dan Supersoccer Arena adalah kapasitasnya untuk sekitar 5.000 penonton.

Baca Juga: Pemkot Bogor Dorong Optimalisasi Pertanian Kota

"Sesuai dengan kapasitas Stadion Pajajaran Bogor," ucap Dedie Rachim.

Dedie Rachim menegaskan, bahwa stadion tidak hanya sebagai tempat pertandingan, namun sebagai pusat pembinaan untuk para atlet.

"Ini komitmen Kota Bogor untuk terus belajar dalam pengelolaan stadion sebagai bagian dari persiapan Kota Bogor menjadi tuan rumah Porprov 2026," ucapnya.

Baca Juga: Sukseskan Program MBG, Wamenkop Dukung Koperasi Perbanyak Rumah Pengolahan Susu di Daerah

Dedie Rachim menambahkan, momentum Porprov adalah kesempatan yang baik untuk melihat standar fasilitas olahraga yang ideal sekaligus belajar dari daerah lain dalam pengelolaannya.

"Ini penting menjadikan stadion tidak hanya sebagai tempat pertandingan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan yang layak untuk atlet dan ruang publik yang representatif," tutur Dedie Rachim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X