Diduga jadi Korban Penganiayaan Senior hingga Tewas, Ini Pesan Terakhir Bripda DP kepada sang Ibu saat Sahur

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:14 WIB
Keluarga Bripda DP yang histeris usai kabar meninggal dan dugaan penganiayaan oleh senior (Instagram/makassar_folks)
Keluarga Bripda DP yang histeris usai kabar meninggal dan dugaan penganiayaan oleh senior (Instagram/makassar_folks)

JURNALMETROPOLITAN.com - Duka mendalam menyelimuti keluarga Bripda DP (19) yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya hingga meninggal dunia.

Korban diduga mengalami penganiayaan pada Minggu pagi, 22 Februari 2026, usai salat Subuh di sekitar Kantor Polda Sulawesi Selatan.

Mendiang Bripda DP diketahui sebagai lulusan Polri angkatan 53 tahun 2025 dan baru melaksanakan tugasnya di Sabhara Polda Sulsel.

Kecurigaan adanya tindakan penganiayaan karena di tubuhnya terdapat sejumlah luka lebam dan keluarnya darah dari mulutnya.

Baca Juga: Luna Maya Curhat Kondisi Aceh Belum Pulih usai Bencana, namun Salut dengan Semangat Warga saat Lewati Masa Sulit

Selain itu, keluarga juga menyoroti momen saat korban masih sempat berkirim pesan dengan orang tuanya di hari tersebut.

Minta Dibawakan Palleko dan akan Dikirim Motor

Ayah Bripda DP, Aipda Muhammad Jabir, membeberkan bahwa anaknya masih berbalas pesan via WhatsApp dengan sang ibu setelah sahur.

Dalam pesan itu, Bripda DP mengungkapkan keinginannya untuk memakan Nasu Palekko, makanan khas suku Bugis dan akan diantar ke asrama Ditsamapta Polda Sulsel.

Tak hanya makanan, ayah Bripda DP juga mengatakan rencana untuk mengirim motor milik korban.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Rumah yang Berisi Dagangan Petasan di Sleman, Warga Sempat Panik Selamatkan Diri

“Dia juga chat ibunya, karena mau dibawakan Palleko dari Pinrang makan sama seniornya. Dia chat ibunya jam lima subuh, tapi saat di balas jam enam, sudah tidak ada jawaban,” kata Aipda Muhammad Jabir kepada awak media di RS Bhayangkara, Makassar pada Minggu malam, 22 Februari 2026.

Kabar Duka Diterima dari Teman Korban

Muhammad Jabir sempat menghubungi teman-teman anaknya karena pesan dan panggilan telepon tak ada jawaban lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X