Di Balik Kecelakaan Mobil Travel yang Masuk Jurang di Majalengka, Ada Teriakan Penumpang ke Sopir untuk Pelan-pelan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Senin, 30 Maret 2026 | 16:44 WIB
Menyoroti penuturan korban selamat dalam insiden kecelakaan mobil travel yang terjerumus ke jurang di Majalengka, Jawa Barat. (Instagram.com / @infokrw - @informasikarawang)
Menyoroti penuturan korban selamat dalam insiden kecelakaan mobil travel yang terjerumus ke jurang di Majalengka, Jawa Barat. (Instagram.com / @infokrw - @informasikarawang)

JURNALMETROPOLITAN.com - Linimasa media sosial sempat dihebohkan dengan insiden kecelakaan mobil travel yang membawa sekitar 20 penumpang, terguling ke jurang di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Sebelumnya diketahui, kecelakaan itu terjadi setelah mobil travel tersebut melaju dari arah Tasikmalaya menuju Majalengka, pada Selasa, 24 Maret 2026, dini hari.

Berdasarkan laporan di lapangan, kecelakaan mobil rombongan keluarga asal Karawang tersebut diduga terjadi karena pengemudi tidak menguasai medan jalan yang berliku.

Terdapat pula dugaan kendaraan mengalami masalah pada sistem pengereman sebelum akhirnya meluncur ke jurang.

Baca Juga: Viral Warga Filipina yang Diduga Terpaksa Jalan Kaki Imbas Minimnya Pasokan BBM Akibat Gejolak di Timur Tengah

Dalam insiden ini, 6 orang penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sisanya mengalami luka-luka.

Setelah 3 hari berlalu, kini terungkap fakta di balik kecelakaan maut di Majalengka itu yang diungkap Taufik, salah satu korban selamat dalam insiden tersebut.

Sopir Diduga Terburu-buru

Terlihat dalam unggahan Instagram @infokrw, pada Kamis, 26 Maret 2026, Taufik bercerita rombongan keluarganya sempat melakukan ziarah ke Tasikmalaya.

Pada momen mudik Lebaran 2026 itu, para korban juga sempat berwisata ke Pantai Pangandaran, sebelumnya akhirnya kembali menuju Karawang.

Baca Juga: Diduga Hilang Kendali hingga Tabrak Tiang Beton, Pemotor Asal Brebes Dilaporkan Tewas usai Sempat Dikejar Polisi

Semula suasana baik-baik saja sebelum akhirnya berubah panik, saat para penumpang merasa cemas lantaran sang sopir terlalu keras menancap gas kendaraannya.

Taufik menduga, saat itu sopir terburu-buru lantaran mengejar waktu agar mobil travelnya tiba di Karawang sekitar pukul 03.00 WIB.

"Katanya ada telepon ke sopir, jam 3 mobil sudah harus ada di Karawang," kata Taufik sebagaimana dikutip dalam postingan yang sama.

Peringatan yang Dinilai Tak Diindahkan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X