Curhat Warga Jakarta yang Keluhkan Aplikasi JAKI, Laporkan Parkir Liar tapi Diduga Hasilnya Hanya Jepretan AI

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Senin, 6 April 2026 | 08:30 WIB
Menyoroti penuturan seorang warga Jakarta yang mengaku dapat laporan palsu usai kirim foto dugaan parkir liar di daerahnya lewat aplikasi JAKI. (Threads.com/@seinsh)
Menyoroti penuturan seorang warga Jakarta yang mengaku dapat laporan palsu usai kirim foto dugaan parkir liar di daerahnya lewat aplikasi JAKI. (Threads.com/@seinsh)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Beredar foto di media sosial yang diduga menunjukkan hasil laporan palsu soal tindak lanjut kasus parkir liar dalam aplikasi resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, bernama JAKI (Jakarta Terkini).

Terlihat dalam unggahan akun Threads @seinsh, pada Minggu, 5 April 2026, pemilik akun tersebut mengutarakan kekecewaannya terkait penanganan parkir liar di wilayah Jakarta yang tidak kunjung selesai.

Warga tersebut mengaku sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari menegur pelaku secara langsung hingga melapor ke tingkat kelurahan, namun tidak membuahkan hasil.

Kemudian, warga DKI itu mencoba melaporkan permasalahan tersebut melalui aplikasi JAKI sebagai aplikasi resmi Pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga: Klaim Jalan Milik Pribadi, Bapak-bapak di Sidoarjo Ini Mendadak Viral usai Aksinya Blokir Sepihak Mobil yang Melintas

Alih-alih mendapatkan penertiban yang nyata, ia justru mengaku mendapatkan balasan bukti "tindak lanjut" yang diduga kuat merupakan laporan palsu hasil manipulasi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

Terlihat dalam laporan tersebut, semula seorang pria berdiri dengan deretan mobil yang diduga terparkir liar di lokasi.

Kemudian terdapat foto lain yang memperlihatkan kondisi di sekitar pria tersebut yang tampak sudah dalam kondisi rapi tanpa kendaraan mobil.

Lantas, bagaimana penuturan warga Jakarta yang membagikan dugaan hasil laporan palsu di aplikasi JAKI tersebut? Begini ceritanya.

Laporan JAKI Dipertanyakan Warga

Pada postingan tersebut, warga DKI itu sempat bertanya kepada Yustinus Prastowo yang merupakan koordinator staf khusus gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: Bertabur Para Tokoh, Pelantikan PCNU Banyuwangi Berlangsung Khidmat, Ahamd Turmudi: NU Siap Menjalin Kolaborasi

Warga DKI Jakarta itu lantas mempertanyakan ihwal prosedur yang benar jika jalur resmi justru memberikan hasil yang manipulatif kepada warga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X