Jalan Sempit hingga Senggolan, Penumpang Transjakarta Sebut Mobil Lalamove Memaksa Masuk Jalur Bus

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Kamis, 16 April 2026 | 11:00 WIB
Viral mobil Lalamove masuk ke jalur Transjakarta hingga senggolan. (TikTok/bimmmmmaaaa)
Viral mobil Lalamove masuk ke jalur Transjakarta hingga senggolan. (TikTok/bimmmmmaaaa)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Beredar di media sosial perjalanan bus Transjakarta rute 1A mengalami gangguan karena mobil ekspedisi milik Lalamove masuk jalur TJ.

Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @bimmmmmaaaa pada Rabu, 15 April 2026, tampak bus harus berhenti karena sopir Transjakarta turun ke jalan untuk menemui sopir Lalamove.

Video berdurasi 30 detik itu menunjukkan sopir Lalamove dan Transjakarta membicarakan sesuatu karena diduga kendaraan saling bersenggolan.

Peristiwa itu sendiri terjadi di Jalan Bandengan Selatan, Jakarta Barat saat jalan di area tersebut cukup sempit.

Kronologi Menurut Penumpang TJ

Unggahan tersebut juga mengungkapkan kronologi dari sisi penumpang Transjakarta yang menyebut mobil Lalamove tetap memaksa masuk ke jalur.

Baca Juga: Komitmen Pemkot Bogor dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Kolaborasi

Sebelum insiden serempetan dua unit kendaraan, penumpang mengatakan bahwa Transjakarta sudah membunyikan klakson untuk memberikan peringatan.

“Jadi, kami mau masuk lajur, posisi di Bandengan Selatan karena jalan di sini sempit,” ungkap perekem video.

“Tiba-tiba, ada mobil Lalamove yang maksa masuk lajur. Udah diklaksonin tapi tetap aja masuk, akhirnya diserempet bus kami. Rute di 1A,” terangnya.

Warganet Ramai-ramai Bela Sopir Bus Transjakarta

Mengutip dari salah satu keterangan warganet di kolom komentar, jalan tersebut pernah menjadi lokasi insiden kecelakaan karena mobil yang memaksa masuk jalur Transjakarta.

“Udah sering ini Jalan Bandengan Selatan. Gue waktu beberapa bulan lalu aja ada mobil yang tiba-tiba mundur kenceng, posisi naik 1A juga. Ternyata karena ada polisi di ujung jalan perempatan,” tulis akun @ridwanmiller6.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X