JURNALMETROPOLITAN.com - Sebagian publik di media sosial sedang hangat memperbincangkan soal aksi penangkapan massal terhadap peredaran ikan sapu sapu di wilayah perairan Jakarta.
Bukan tanpa sebab, warga Jakarta mengeluhkan besarnya populasi ikan invasif itu telah merusak ekosistem perairan pada bantaran sungainya.
Dilaporkan, kerusakan turap sungai atau struktur dinding penahan tanah di sepanjang bantaran di Jakarta terjadi akibat keberadaan ikan sapu-sapu.
Terlihat dalam unggahan Instagram @jakarta.terkini, pada Minggu, 19 April 2026, pembersihan besar-besaran terhadap ikan sapu-sapu di aliran sungai Jakarta/
"Penangkapan ini bukan tanpa alasan, populasi ikan invasif tersebut dinilai sudah mengganggu dan merusak struktur turap di beberapa titik," tulis postingan tersebut.
Lantas, apa sebenarnya alasan warga Jakarta melakukan aksi pembersihan massal terhadap ikan sapu-sapu di area bantaran sungai mereka? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Kebiasaan Gali Lubang di Tepi Sungai
Dalam laporan warga di lokasi, ikan sapu-sapu dianggap kerap memiliki kebiasaan menggali lubang di dasar maupun tepi sungai untuk berkembang biak.
Aktivitas ini berdampak pada melemahnya struktur tanah di sekitar turap, sehingga berpotensi memicu kerusakan hingga longsor di bantaran sungai.
"Merusak tanggul karena memiliki kebiasaan menggali," demikian tertulis dalam video yang beredar.
Ekosistem Perairan Terancam
Artikel Terkait
Kronologi Pemobil vs 4 Motor di Perempatan Jogjo Jakarta Barat, Kaca Mobil Pecah dan Penyok Digetok Warga
Beredar Aksi Penjual Makanan di Tebet Jakarta yang Diduga Tiru Logo BGN dan Jual 'Sarapan MBG' untuk Warga
Didominasi Hujan, Ini Prakiraan Cuaca di Seluruh Wilayah Jakarta Selasa 14 April 2026