Berkaca dari hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ternyata pernah melakukan investigasi kasus malpraktik serupa di RSUD AWS Samarinda.
Skandal Malpraktik terhadap Bayi 3 Bulan
Dalam kasus berbeda, RSUD AWS Samarinda pernah terjerat kasus dugaan kelalaian medis yang mengakibatkan tangan seorang bayi berusia 3 bulan menghitam akibat pemasangan alat infus.
Secara terpisah, Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin pernah mengonfirmasi pihaknya tengah mengusut kasus tersebut pada Rabu, 1 April 2026.
"Kami sedang menghimpun informasi dan mendalami kejadian tersebut," kata Mualimin di Samarinda, pada hari yang sama.
"Yang jelas, masalah ini harus segera diselesaikan oleh pihak rumah sakit itu sendiri," sambungnya.
Baca Juga: Pramuka Kota Bogor Tempa Calon Pemimpin Masa Depan
Mualimin menyebut, pihaknya membenarkan telah menerima laporan awal dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak terkait kondisi balita yang mengalami pembengkakan.
Hal tersebut, terbukti dengan adanya perubahan warna kulit menjadi hitam pada area bekas suntikan infus.
Atas kasus itu, Mualimin menekankan insiden semacam ini merupakan bentuk kejadian tidak diinginkan yang harus segera ditindaklanjuti dan dievaluasi secara komprehensif demi perbaikan layanan mutu rumah sakit.
"Langkah mitigasi cepat dan tepat sasaran ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi ketidakpuasan masyarakat yang dapat berujung pada somasi atau tuntutan hukum berkelanjutan," tukasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen rumah sakit hingga otoritas berwenang ihwal kasus-kasus malpraktik yang terjadi di RSUD AWS Samarinda.(*)
Artikel Terkait
Kronologi Insiden Minibus Seruduk Apotek Rumah Sakit di Pamanukan Subang, Remaja Perempuan Tewas Tertabrak
Kronologi Insiden Minibus Seruduk Apotek Rumah Sakit di Pamanukan Subang, Remaja Perempuan Tewas Tertabrak
Ketua DPR RI Respons Insiden Ibu Hamil di Papua Meninggal Usai Ditolak 4 Rumah Sakit, Sentil Layanan Kesehatan Wilayah 3T