Momentum HJB, Dedie Rachim Ajak Masyarakat Lestarikan Pusaka Nusantara Melalui Literasi Budaya

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 30 Juni 2026 | 13:28 WIB
Momentum HJB, Dedie Rachim Ajak Masyarakat Lestarikan Pusaka Nusantara Melalui Literasi Budaya
Momentum HJB, Dedie Rachim Ajak Masyarakat Lestarikan Pusaka Nusantara Melalui Literasi Budaya

JURNALMETROPOLITAN.com - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Pameran Pesona Pusaka Nusantara, dalam rangkaian kegiatan Golok Road to UNESCO di Pasar Gembrong, Kelurahan Sukasari, Kota Bogor, Sabtu (6/6/2026).

Mengusung tema "Lestarikan Pusaka, Jaga Budaya, Satukan Rasa", kegiatan ini menampilkan berbagai pusaka, golok, pedang, parang, serta beragam alat dan benda kuno peninggalan masa lalu.

Dedie Rachim mengatakan bahwa kegiatan ini bertepatan dengan momentum Hari Jadi Bogor (HJB) sekaligus menguatkan literasi mengenai golok yang saat ini telah didaftarkan ke UNESCO.

"Melalui Pesona Pusaka Nusantara ini, kita diajak untuk merefleksikan diri, sekaligus melihat kembali bahwa ternyata kekayaan bangsa Indonesia ini luar biasa," ujarnya.

Baca Juga: HJB ke-544, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Golok Road to UNESCO

Pada kegiatan ini, masyarakat diajak melihat berbagai pusaka yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ini adalah karya murni anak bangsa yang harus terus kita lestarikan," ucapnya.

Pameran yang digelar di Pasar Gembrong ini juga dilaksanakan untuk meramaikan pasar melalui berbagai kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat.

"Kita berharap ke depannya pasar ini bukan hanya dikenal sebagai pasar basah atau pasar kering saja, tetapi juga bisa menjadi tempat pelaksanaan berbagai kegiatan kebudayaan. Kegiatan-kegiatan seperti inilah yang nantinya dapat menggerakkan perekonomian masyarakat," ungkap Dedie Rachim.

Pada kesempatan tersebut, Dedie Rachim berkeliling meninjau berbagai pusaka dan benda kuno yang dipamerkan.

Baca Juga: Momentum HJB Ke-544, Kota Bogor Raih Penghargaan Creative Financing Terbaik dari Kemendagri

Ia juga ikut berpartisipasi dengan membeli koleksi uang kuno, koin kuno, serta perangko yang berasal dari era 1940-an hingga 1950-an.(*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pesona Batik Rereng Kujang Mewarnai HJB ke-544

Selasa, 30 Juni 2026 | 13:31 WIB

HJB 544, Museum Pajajaran Diaktivasi

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:55 WIB

HJB ke-544, Ini Kado Untuk Warga Kota Bogor

Selasa, 30 Juni 2026 | 00:13 WIB
X