Workshop JMSI Banyuwangi, CEO Promedia Grup Beberkan Strategi Bertahan Media di Tengah Gempuran AI

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Jumat, 31 Juli 2026 | 22:48 WIB
Workshop JMSI Banyuwangi, CEO Promedia Grup Beberkan Strategi Bertahan Media di Tengah Gempuran AI (Ist)
Workshop JMSI Banyuwangi, CEO Promedia Grup Beberkan Strategi Bertahan Media di Tengah Gempuran AI (Ist)

 

JURNALMETROPOLITAN.comPerkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memang mengubah wajah industri media. Namun, perubahan itu bukan pertanda berakhirnya bisnis informasi. Sebaliknya, media dituntut mampu beradaptasi dengan pola konsumsi informasi masyarakat yang terus berkembang.

Pandangan tersebut disampaikan CEO Promedia Grup, Agus Sulistriyono, saat menjadi pemateri dalam workshop bertema "Menakar Peran Media dan Regulator dalam Investasi di Daerah" yang digelar bersamaan dengan pelantikan Pengurus Cabang Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Banyuwangi di Hotel Santika, Kamis (30/7/2026).

Pria asal Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, yang kini berkiprah di Jakarta itu menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap informasi tidak akan pernah hilang. Yang terus berubah adalah cara masyarakat mengakses informasi tersebut.

Baca Juga: Ramai Dokter Spesialis Kandungan Berinisial L Diduga Aniaya Pacar hingga Babak Belur, Kolegium dan KKI Turun Tangan

Menurut Agus, beberapa tahun lalu masyarakat masih mengandalkan portal berita sebagai sumber utama informasi. Kini, pola itu bergeser. Berbagai platform digital seperti TikTok, Instagram, Facebook, WhatsApp, YouTube, hingga layanan pencarian berbasis AI menjadi bagian dari kebiasaan baru masyarakat dalam memperoleh informasi.

Ia menjelaskan, perubahan perilaku audiens perlu dipahami oleh perusahaan media agar mampu menentukan strategi yang tepat dalam mendistribusikan konten.

Dalam paparannya, Agus juga menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi konten digital. Waktu yang dihabiskan masyarakat untuk membaca berita melalui situs web kini relatif lebih singkat dibandingkan dengan durasi penggunaan media sosial maupun konsumsi konten video.

Fenomena tersebut, menurutnya, menjadi sinyal bahwa industri media harus terus melakukan inovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan pembaca dan perkembangan teknologi.

Baca Juga: Pakar Soroti Aspek Konstitusional dan Metodologi Audit BPKP

Agus juga menyoroti pesatnya perkembangan AI yang kini mampu membantu berbagai pekerjaan, mulai dari menyusun tulisan, merangkum informasi, menerjemahkan bahasa, hingga menghasilkan gambar dan video dalam waktu singkat.

Meski demikian, ia menilai teknologi belum mampu menggantikan sejumlah aspek fundamental dalam kerja jurnalistik. Liputan langsung di lapangan, membangun jaringan narasumber, menjaga kredibilitas informasi, serta memahami persoalan lokal tetap menjadi kekuatan utama yang dimiliki jurnalis.

"Teknologi bisa membantu proses kerja, tetapi kepercayaan publik dibangun melalui verifikasi, kedekatan dengan masyarakat, dan integritas jurnalistik," menjadi pesan utama yang disampaikan dalam paparannya.

Di akhir sesi, Agus mengajak para pelaku usaha media, khususnya anggota JMSI Banyuwangi, untuk tidak lagi memandang media hanya sebagai sebuah portal berita. Menurutnya, perusahaan media perlu membangun ekosistem digital yang saling terhubung, memanfaatkan berbagai platform distribusi konten agar mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X