Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang melakukan sejumlah upaya menurunkan dua kasus itu termasuk melakukan sinkronisasi dan validasi data terkait kesejahteraan sosial untuk menemukan data lebih akurat sehingga distribusi bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Mencermati realita itu, Heru mengajak para pengusaha mal di Jakarta untuk berkontribusi membantu pemerintah menurunkan jumlah penduduk miskin ekstrem dan kasus tengkes (stunting). “Kalau bertemu pengusaha, harus ada pesan sosialnya,” kata Heru.
Menurut dia, berdasarkan penuturan pengusaha pusat perbelanjaan itu, pertumbuhan bisnis saat ini sudah mulai bergerak dan lancar.
Dengan kemajuan tersebut setelah teruji pandemi Covid 19, Heru meyakini para pengusaha mampu menyisihkan pendapatannya untuk mengurangi masalah sosial di Jakarta.***
Artikel Terkait
Warga DKI Jakarta Rugi Perjalanan 30 Menit Karena Macet
Pemprov DKI Jakarta Bersama BKKBN dan BPS Sisir Warga Miskin Ekstrem di Ibu Kota, Ada Segini Jumlahnya
Kawasan Kumuh di Ibu Kota Lanjut di Benahi, Ini yang Akan Dilakukan Pemprov DKI Jakarta
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 21 Mobil Listrik, Dukung Kebijakan Ramah Lingkungan , Ini Beberapa Faktanya