metropolitan

Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Larangan Study Tour dan Tawarkan Solusi Tingkatkan Kunjungan Wisata Daerah

Minggu, 27 Juli 2025 | 13:59 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (jabarprov.go.id)



JURNALMETROPOLITAN.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali bicara soal larangan study tour bagi siswa sekolah yang belakangan ramai dibicarakan.

Adapun larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 45/pk.03.03/kesra tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya.

Dedi menjelaskan, larangan tersebut dibuat bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Ungkap Penipuan Properti Berkedok Iklan Murah di Facebook: 77 Orang Jadi Korban, Kerugian Ditaksir Rp4,1 Miliar

Ia menyebut bahwa kegiatan study tour bukan untuk kegiatan edukatif bagi siswa, melainkan untuk kepentingan ekonomi semata.

"Menjadikan anak sekolah sebagai objek peningkatan kunjungan pariwisata adalah perbuatan yang tak memiliki landasan berpikir akademis dan moral," ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan video di Instagram pribadinya, Sabtu, 26 Juli 2025.

Menurutnya, siswa seharusnya bukan dijadikan sebagai target ekonomi.

Baca Juga: Wamenkomdigi Soroti Penyalahgunaan AI dan Deepfake, Sebut Perempuan dan Anak Rawan Jadi Korban

Ia menambahkan bahwa praktik eksploitasi siswa sudah terlalu sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti dalam jual beli buku lembar kerja siswa (LKS), seragam, dan lainnya.

"Karena sudah menjadikan mereka sebagai barang material dan menjadi bagian dari eksploitasi untuk mendapat keuntungan, sedangkan pendidikan itu harus terbebas dari nilai-nilai yang bersifat eksploitatif," tegasnya.

Meski kebijakan ini menuai protes dari beberapa pelaku usaha pariwisata, Dedi justru menawarkan solusi untuk tetap meningkatkan sektor wisata daerah tanpa bergantung pada kegiatan study tour.

Baca Juga: Kisahkan Getir Asmara dengan Erika Carlina, DJ Panda: Lebih ke HTS, Sekarang Kena Batunya

Menurutnya, cara paling efektif adalah dengan memperbaiki ekosistem pariwisata daerah secara menyeluruh.

"Satu, tingkatkan kebersihan kota atau kabupaten," ucapnya.

"Tingkatkan tata estetika kabupaten kotanya, tidak boleh ada bangunan-bangunan yang kumuh, sungai-sungainya harus bersih," lanjut Dedi.

Baca Juga: Pengakuan DJ Panda usai Diterpa Badai Boikot Imbas Video Parodi 'Ibu Hamil', Plus Isu Kehamilan Erika Carlina

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan oleh pedagang lokal dan pemandu wisata, serta memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

"Kalau seluruhnya dikembangkan oleh kita semua, jangan khawatir wisatawan akan datang berbondong-bondong karena mereka merasa nyaman," pungkasnya.(*)

Tags

Terkini

HJB ke-544 Resmi Ditutup oleh Dedie Rachim

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:33 WIB