Setelah jalan dibuka kembali, tebing di samping jalan kembali longsor yang berdampak pada retaknya aspal jalan. Selanjutnya, akses jalan tersebut kembali ditutup.
"Porsi kita dalam melakukan perbaikan jalan sudah dilaksanakan. Namun, di bawah masih terdapat pergerakan tanah, karena adanya mata air aktif, kemudian ditambah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan dorongan padat tanah yang sejak awal sudah labil. Ini yang kita carikan alternatif sampai kita memproses trase baru," ujar Dedie Rachim.(*)