"Khawatir sekali, sedih, tapi aku yakin ayah selamat," kata Hanan.
Ronggo mengungkapkan, dirinya baru bisa menghubungi sang anak setibanya di Istanbul, Turki.
Selama diculik tentara Israel, WNI Relawan GSF itu tidak dapat menghubungi siapa pun lantaran telepon genggamnya dirampas.
"Ketika di Istanbul, baru bisa, itu pun cuma sekali karena saya nggak pegang handphone," ungkap Ronggo.
Perjuangan yang Bikin Bangga sang Anak
Hari-hari gelap Ronggo Wirasanu di tengah penyiksaan Israel kala itu, kini berakhir dengan kebanggaan sang anak.
Betapa tidak, Ronggo saat itu mendapat deraan fisik maupun mental, namun keteguhannya dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, sama sekali tak membuatnya gentar.
Terlebih, WNI Relawan GSF itu mengaku sempat dipaksa berjalan dengan merangkak, dan tidur di lantai basah, sambil memikirkan kecemasan keluarganya di rumah.
Kendati demikian, Ronggo kini bersyukur pada akhirnya bisa kembali ke Indonesia dengan selamat dan berbangga bisa ikut menyuarakan kemerdekaan rakyat Palestina.
"Hanan juga pasti bangga," tukasnya.(*)