metropolitan

Kolaborasi Perempuan Indonesia Maju Tekan Angka Stunting di Kota Bogor

Selasa, 30 Juni 2026 | 22:47 WIB
Kolaborasi Perempuan Indonesia Maju Tekan Angka Stunting di Kota Bogor (Dims)

Baca Juga: Rencana Penataan Taman, Alun-Alun Empang Rutin Dibersihkan

Ia menambahkan, program intervensi stunting ini merupakan kali keempat yang dilakukan PIM di Kota Bogor setelah sebelumnya dilaksanakan di beberapa wilayah lain.

"Sebelumnya sudah dilakukan di Bantarjati, Mulyaharja, Kedung Badak, dan Tegal Gundil. Harapannya tentu dapat membantu menurunkan angka stunting di Kota Bogor," tegasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Agnes Andriani Kartika Sari, menyampaikan bahwa TPPPS terus berupaya secara optimal menekan angka stunting melalui berbagai intervensi dan konvergensi program yang komprehensif.

Program tersebut didukung oleh pendanaan APBD Kota Bogor maupun bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta dan berbagai sektor lainnya.

"Berdasarkan data Bulan Penimbangan Balita (BPB) Februari 2025, jumlah balita stunting di Kota Bogor mencapai 1.525 anak. Pada Agustus 2025 turun menjadi 1.491 anak. Namun pada BPB Februari 2026 kembali naik menjadi 1.526 anak," papar Agnes.

Meski demikian, terdapat lebih dari 500 anak yang telah dinyatakan lulus stunting. Karena itu, intervensi terhadap kasus stunting baru tetap terus dioptimalkan.

Data BPB tersebut kemudian disandingkan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hasilnya menunjukkan sebanyak 392 balita berada pada desil 1 hingga 5.

Sementara itu, terdapat 202 balita pada desil 6 hingga 10, dan sebanyak 818 balita lainnya masih belum terdata dalam DTSEN.

"Kami bersama Dinas Sosial akan terus melakukan ground check untuk memetakan mereka berada pada desil berapa," tutup Agnes.(*) 

Halaman:

Tags

Terkini

HJB ke-544 Resmi Ditutup oleh Dedie Rachim

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:33 WIB