Efektivitas skema kemitraan ini diakui secara luas oleh pengelola Kebun Raya dari berbagai belahan dunia sebagai salah satu praktek nyata dari agenda Sustainable Development Goals yang digaungkan oleh PBB, terutama dalam poin nomor 17 SDG - Partnership for the Goals.
Keberhasilan tata kelola PT Mitra Natura Raya semakin diperkuat dengan terbitnya publikasi yang masuk ke dalam Proceedings of the 9th Asia Euro Conference 2026 (Tourism, Hospitality & Gastronomy Conference). Makalah bertajuk "Evaluating Public–Private Partnerships in Indonesian Botanical Gardens: Implications for Conservation and Edu-tourism" yang meneliti skema kerja sama BRIN dan PT Mitra Natura Raya secara resmi dipublikasikan dalam prosiding dan konferensi internasional tersebut.
Dimana makalah ini juga dipresentasikan dan didiskusikan oleh para akademisi yang hadir pada konferensi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa tata kelola operasional yang diterapkan oleh PT Mitra Natura Raya diakui oleh para akademisi internasional (seperti Taylor's University Malaysia dan Université Toulouse Prancis) memiliki landasan sains yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bukan hanya dari sisi konferensi akademik ilmiah tentang Kebun Raya, keberhasilan PT Mitra Natura Raya dalam menjaga keseimbangan antara isu lingkungan Kebun Raya dengan inovasi pariwisata akhirnya membawa nama Indonesia pada panggung penghargaan internasional. Pada awal tahun 2026, Kebun Raya Indonesia di bawah pengelolaan operasional PT. Mitra Natura Raya sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan internasional bidang pariwisata pada ajang ASEAN Tourism Awards 2026 yang diselenggarakan di Filipina.
Penghargaan internasional di level Asia Tenggara ini menjadi bukti nyata bahwa modernisasi dan inovasi pariwisata yang diterapkan oleh PT Mitra Natura Raya di Kebun Raya telah sesuai dengan standar internasional. PT. Mitra Natura Raya dinilai sukses menyajikan kepariwisataan Kebun Raya yang bertanggung jawab (responsible tourism), ramah lingkungan, kreatif, serta memiliki kapasitas manajemen pelayanan pengunjung yang aman dan nyaman.
Dalam 2 tahun terakhir, rekognisi yang diterima oleh PT. Mitra Natura Raya dalam pengelolaan Kebun Raya bukan hanya dari award internasional pada aspek bisnis wisata, melainkan juga pengakuan dari Kongres Kebun Raya Internasional dan Forum Konferensi Akademik, serta validasi dari kementrian keuangan dalam efektivitas dalam pengelolaan asset negara berupa sertifikasi MIP, menandakan adanya praktek Good Corporate Governance secara menyeluruh yang dilakukan oleh PT. Mitra Natura Raya dimana dalam kemitraan Kebun Raya bukan hanya efektif dan transparan dalam optimalisasi asset negara, melainkan kemitraan juga memberikan added value pada aset negara (Kebun Raya) dan tidak melenceng dari fungsi Kebun Raya dengan mendapatkan pengakuan pada berbagai forum internasional.
Managing Director PT. Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto mengatakan kemitraan pengelolaan Kebun Raya milik BRIN adalah sebuah pembuktian bahwa inovasi kreatif swasta dan idealisme riset konservasi bukanlah dua kutub yang harus saling berlawanan. Bersama BRIN, kemitraan pengelolaan Kebun Raya yang strategis dan diakui oleh Kemenkeu, pengakuan regional melalui ASEAN Tourism Awards 2026 dan di berbagai forum internasional, PT Mitra Natura Raya telah menjadi sebuah role model dalam Kemitraan Pemerintah-Swasta (PPP) dimana swasta dapat berperan dengan memberi manfaat lebih dalam mengelola aset atau layanan negara.
“Kesuksesan kemitraan Kebun Raya ini memiliki proporsi kemitraan yang seimbang antara optimalisasi asset, pengembangan bisnis kreatif wisata serta menjaga marwah Kebun Raya yang erat dengan komunitas akademik dan isu lingkungan sepenuhnya berjalan seimbang dalam konteks PPP ini, Kebun Raya menjadi contoh tata kelola kolaboratif, aset tetap milik negara, riset berjalan, sekaligus memberi manfaat ekonomi dan edukasi” ujar Marga.(*)