metropolitan

Dianggap Sudah Tak Ideal, Indeks Kemacetan di Jabodetabek Sentuh Angka 53 Persen

Sabtu, 12 Agustus 2023 | 15:45 WIB
Ilustrasi kemacetan. (Pixabay/12019)

 


JURNALMETROPOLITAN.com -- Kemacetan yang terjadi di wilayah Jabodetabek dianggap sudah tak ideal. Sebab, kemacetan yang terjadi di Jabodetabek ini terus mengalami peningkatan

Mengacu pada indeks kemacetan, kondisi ideal di Jabodetabek seharusnya berada pada angka 35 persen. Namun faktanya yang terjadi saat ini sudah menyentuh angka 53 persen


"Ya memang, kemarin kalau enggak salah kalau diukur, coba dilihat badan statistik, kita indeksnya sudah di angka 53," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman, Sabtu 12 Agustus 2023

Kombes Latif menyebut, jika dibandingkan dengan saat kondisi Covid, kondisi saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan

Baca Juga: Soal Bayi Tertukar di Bogor, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

"Kalau ideal kan, coba liat pada saat Covid, itungannya 35 (persen). Karena memang aktivitas ini. Memang harapannya jangan sampai lebih dari pada 50 persen," jelasnya

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah mengajukan sejumlah solusi. Seperti perubahan jam kerja yang dilakukan dengan sistem shift.

Meski, usulan tersebut hingga kini masih menunggu keputusan dari Gubernur DKI Jakarta

Lebih lanjut, Latif menjelaskan, kondisi yang saat ini terjadi adalah hukum kausalitas sebab akibat yang artinya saat aktivitas masyarakat kembali normal pasca pandemi, sehingga kondisi mobilitas pun secara otomatis meningkat.

Baca Juga: Geger Pembunuhan Keluarga di Depok, Polisi Masih Melakukan Penyelidikan

"Aktivitas tinggi, tentunya akan meningkatkan daripada perekonomian.Tetapi ya resikonya memang volume kendaraan akan semakin banyak di jalan," bebernya

Berdasarkan indeks kemacetan di DKI Jakarta berada di angka 48 persen pada akhir tahun 2022. Angka itu terus naik drastis jika dibandingkan pada awal pandemi Covid-19 yakni tahun 2020 yang berada di angka 34 persen

Sementara pada sebelum Covid-19, tepatnya pada 2019 kemacetan tertinggi mencapai angka 53 persen.(*)

Tags

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB