Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya agar terciptanya Pemilu yang aman, damai, dan kondusif di Kota Bogor.
“Jumlah pemilih di Kota Bogor ada 810081 orang tersebar di 2913 TPS. Suara ini diperebutkan 883 bakal valon legislatif (Bacaleg) Kota, 54 Caleg DPRD Provinsi, 162 Caleg DPR RI, 55 caleg DPD, dan kemungkinan 3 pasang Capres Cawapres,” beber Samsudin
Baca Juga: Profil Para Jenderal Bintang Lima, Hanya Ada 3 Orang di Indonesia
Samsudin menghimbau, kepada para peserta Pemilu untuk menaati PKPU nomor 15 tahun 2023 terkait kampanye yang akan dimulai pada 28 November 2023-10 Februari 2024.
“Namun selama masa sosialisasi peraturan merujuk pada yang diatur oleh Pemda tentang ketertiban umum. Karena belum masuk ranah kampanye. Jadi harus koordinasi terlebih dahulu,” ujar dia.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut, Kota Bogor sejak lama memang dikenal jauh dari konflik secara horizontal maupun vertikal. Bahkan ia menyebut belum ada konflik yang muncul akibat helatan Pemilu di Kota Bogor.
Baca Juga: Diyakini Bersalah, Mario Dandy Dituntut 12 Tahun Penjara
Meski itu merupakan modal kuat yg dimiliki Kota Bogor, Bima berpikir Pemilu yang berjalan harus tetap berkualitas dari sisi partisipasi masyarakat.
“Dari survei yang dilakukan Pemkot menunjukkan sebesar 18 persen orang belum mengetahui kapan waktu Pileg berjalan dan 20 persen orang belum mengatahui waktu pelaksanaan Pilkada. Oleh karena itu, butuh sosialisasi yang gencar. Kami menargetkan Pemilu mendatang mencapai lebih dari 85 persen,” ujarnya
Dirinya berpesan kepada para peserta Pemilu untuk menghilangkan politik uang agar dapat mencerdaskan masyarakat.
Sehingga, ajang Pemilu 2024 di Kota Bogor bisa berjalan indah, tertib, dan bersih.(*)