"Saya juga ingin tidak ada jarak antara pemerintah dengan warga. Jadi setahun sekali warga boleh mukulin, mencerburkan, saya atau pejabat tanpa jarak. Saya tahu warga merasa tidak enak, tapi di sisi lain pasti mereka ingin memanfaatkan momentum ini. Kapan lagi bisa mukulin Wali Kota," ujarnya
Selain gebuk bantal, lomba panjat pinang juga menjadi momen paling berkesan untuknya. Sebab melalui itu dirinya dapat melihat kekompakkan, kerja sama tim, dan strategi warga menggapai puncak pinang yang licin.
Keseruan dan euforia itu pun diakui Bima membuat perasaannya campur aduk. Di satu sisi ia merasa gembira bisa bersama warganya tanpa sekat. Namun di sisi lain ia merasa sedih karena tak bisa lagi merasakan momen itu tahun depan.
Baca Juga: Ratusan Peserta Siap Unjuk Gigi Pada Perlombaan Fashion Show Busana Nusantara
"Rasanya campur aduk. Bahagia karena di tengah warga, tapi kalau ingat tahun depan sudah tidak lagi merasakan kemeriahan ini sedih juga. Mungkin mungkin tahun depan hadir tapi sebagai warga," tutur dia.
Bima berharap tahun depan pejabat Wali Kota maupun Wali Kota Bogor terpilih selanjutnya dapat terus menjaga tradisi Pesta Rakyat tersebut.(*)