JURNAL METROPOLITAN -- Pemprov DKI Jakarta duduki peringkat pertama sebagai provinsi dengan tingkat penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) tertinggi.
Optimalisasi penggunaan PDN dan UMKK di Jakarta memang digenjot Pemprov DKI sebagai wujud komitmen memajukan usaha kecil.
Pemprov DKI berkomitmen membuat produk lokal (PDN) untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi di Jakarta.
Diketahui tingkat realisasi PDN di Jakarta mencapai Rp8,5 triliun dan tingkat realisasi UMKK sebesar Rp3,9 triliun.
Pencapaian ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 di ICE BSD, Tangerang, akhir bulan lalu.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo saat menghadiri Rakor Monev mengatakan Pemprov DKI Jakarta fokus meningkatkan penggunaan PDN dan pemberdayaan UMK-Koperasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Hal itu dilakukan sebagai tindaklanjut instruksi dari Presiden agar seluruh jajaran Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah mengoptimalkan 40% anggaran belanja barang/jasa untuk penggunaan PDN dan produk UMK-Koperasi.
Baca Juga: Maksimalkan Peran Satgas Pangan, Pemprov DKI Dapat Ganjaran Ini
Diketahui Pemprov DKI Jakarta membentuk Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang tugasnya menyosialisasikan dan mengawasi pelaksanaan peningkatan PDN di lingkungan Pemprov DKI.
"Bahkan, sejak tahun 2020, Pemprov DKI sudah mewajibkan belanja makan minum rapat seluruh Perangkat Daerah dan BUMD melalui UMKM binaan Jakpreneur yang terdaftar di platform e-Order. Ini komitmen yang akan terus kami jalankan,” jelas Ratu.
Tak hanya berfokus pada belanja pemerintah, Pemprov DKI juga mendorong pemasaran produk dalam negeri dengan melibatkan produk-produk lokal tersebut dalam berbagai pameran, dari skala nasional hingga internasional.
Baca Juga: DKI Jakarta Setelah Tilang Manual Dihapus
Harapannya, budaya penggunaan produk dalam negeri, khususnya produk UMKM, dapat menjadi bagian dari keseharian warga Jakarta.