JURNAL METROPOLITAN - Federasi sepak bola dunia (FIFA) berencana menggelar Piala Dunia Antarklub pada 2025, yang menampilkan 32 tim. Namun FIFPRO menolak karena itu rencana FIFA keputusan sepihak.
Presiden FIFA Gianni Infantino, Jumat (16/12/2022), menyatakan turnamen, yang saat ini melibatkan tujuh tim, akan diadakan setiap empat tahun dan akan semakin meningkatkan pendapatan badan olahraga global tersebut.
Saat ini tim teratas dari setiap kompetisi kontinental serta juara nasional tuan rumah bertarung memperebutkan gelar Piala Dunia Antarklub.
Dia mengatakan, FIFA mengharapkan pendapatan sebesar $11 miliar untuk periode empat tahun antara 2022 dan 2026 tetapi itu tidak termasuk format Piala Dunia klub yang baru pada tahun 2025.
"Angka 11 miliar ini tanpa Piala Dunia klub (tahun 2025). Pada akhir empat tahun kami akan menghasilkan lebih banyak pendapatan," kata Infantino dalam konferensi pers.
Sementara itu, Persatuan global untuk pemain sepak bola profesional (FIFPRO) bereaksi negatif terhadap keputusan tersebut.
"FIFPRO terkejut dengan keputusan FIFA mengenai kalender pertandingan internasional untuk sepak bola pria dan wanita yang dapat memiliki konsekuensi serius dan memperburuk tekanan pada kesejahteraan dan pekerjaan para pemain," jelasnya.
FIFPRO menyatakaan meskipun telah mencapai pemahaman dengan FIFA minggu lalu, tapi negosiasi bersama kalender pertandingan internasional (IMC) akan berlangsung sebelum Kongres FIFA pada Maret 2023, keputusan ini diambil secara sepihak tanpa konsultasi serius, apalagi persetujuan, dengan para pemain.
"Meskipun FIFPRO mencapai pemahaman dengan FIFA minggu lalu bahwa negosiasi bersama kalender pertandingan internasional akan dilakukan sebelum Kongres FIFA pada Maret 2023, keputusan ini diambil secara sepihak tanpa konsultasi serius, apalagi persetujuan, dengan para pemain."
Forum Liga Dunia (WLF), sebuah organisasi yang mewakili liga sepak bola profesional, juga bereaksi mengkritik pengumuman tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat menimbulkan konsekuensi yang merusak bagi ekonomi sepak bola dan kesejahteraan pemain.
"Karena kalender sudah kelebihan beban, dengan kompetisi klub domestik yang sudah berlangsung lama dan kompetisi internasional yang terus berkembang, keputusan FIFA menciptakan risiko kemacetan pertandingan, cedera pemain lebih lanjut, dan distorsi keseimbangan kompetitif," katanya dalam sebuah pernyataan.
Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Artikel Terkait
Hadapi Argentina di Final Piala Dunia Qatar 2022, Timnas Prancis Diawasi Presidennya
Maroko Ajukan Protes ke FIFA Atas Wasit yang Pimpin Semifinal Piala Dunia Saat Lawan Prancis
Cadangkan Ronaldo di Piala Dunia, Portugal Pecat Fernando Santos
Sukses Piala Dunia 2022, Qatar dapat Peran Baru
Bisa Mewakili Terimakasih Pada Ibu, Berikut Lirik Lagu 'Pesona Potretmu' ADA Band
Zlatan Ibrahimovi: Messi dan Argentina Pemenang Piala Dunia
Pemilik Tendangan Spektakuler Jarak Jauh Itu Meninggal Dunia
Piala Dunia: Jelang Final Lawan Argentina, Sejumlah Pemain Prancis Diserang Flu