Hari mencontohkan, salah satu dampak cuaca ekstrem yaitu banjir. Pihaknya telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) penanganan mulai dari sebelum, saat, dan sesudah terjadi genangan.
Langkah yang dilakukan sebelum terjadi genangan adalah memperbaiki tali-tali air yang menjadi jalannya air ke drainase.
Saat terjadi genangan turun ke lapangan membantu percepatan penanganan perbaikan jalan-jalan yang berlubang akibat genangan atau banjir.
Baca Juga: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Gelar Perayaan Natal di 4 Titik Ibu Kota, Berikut Jadwalnya
“Tentunya, lebih cepat. Peralatan baru ini kan masih presisi, jadi cepat. Otomatis dengan peralatan baru ini, penanganan jadi lebih cepat,” tegas Hari.
Lebih lanjut, Hari menambahkan, peralatan dan KDO lapangan yang dibagikan kepada Dinas maupun Suku Dinas berasal dari APBD DKI Jakarta melalui proses e-katalog. Dengan e-katalog, pihaknya lebih mengutamakan membeli produk dalam negeri.
“Mengenai anggaran, menggunakan APBD, prosesnya melalui e-katalog. Jadi, kalau ada produk dalam negeri, kita beli. Kita fokusnya di situ. Kemudian, bila produk dalam negeri tidak ada, baru kita beli produk luar negeri,” pungkas Hari.
Adapun rincian peralatan dan Kendaraan Dinas Operasional (KDO) tersebut yakni:
Baca Juga: Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Naikkan Gaji Tenaga Ahli Gubernur Jadi Rp9,4 Juta, Ini Rinciannya
- 10 Unit Baby Roller
- 12 Unit Asphalt Cutter
- 10 Unit Jack Hammer
- 10 Unit Genset Listrik
- 10 Unit Stamper Kodok
- 6 Unit Stamper Kuda
Artikel Terkait
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Naikkan Gaji Tenaga Ahli Gubernur Jadi Rp9,4 Juta, Ini Rinciannya
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Gelar Perayaan Natal di 4 Titik Ibu Kota, Berikut Jadwalnya
Atur Lalu Lintas dan Batasi Kendaraan Jelang Natal, Ini yang Dilakukan Dishub DKI Jakarta
DKI Jakarta Sambut Malam Tahun Baru, Banyak Acara tapi Tetap Waspada
Malam Tahun Baru Usai, Petugas Kebersihan DKI Jakarta Langsung Kerja Sampai Subuh