"Mari kita manfaatkan momentum ini (Pameran Inacraft) untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM kita di pasar global," kata Menteri Teten.
Di tempat yang sama Ketua Umum ASEPHI Muchsin Ridjan menjelaskan pameran Inacraft yang digelar tahun ini menargetkan 100.000 pengunjung dengan diikuti oleh 1.000 peserta yang mengisi 935 stand atau booth. Ditargetkan transaksi untuk ritel sebesar Rp50 miliar dan kontrak dagang minimal Rp5 miliar.
Baca Juga: Wafat di Usia 61 Tahun, Berikut Profil Politisi sekaligus Artis Senior Marissa Haque
"Inacraft ini bukan sekadar jual beli B to C atau B to B tetapi menjadi pementas ekonomi kreatif yang diharapkan dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi ke depan," kata Muchsin.
Terkait dengan fasilitasi pelaku usaha muda, ASEPHI telah mengikutsertakan 25 persen dari total peserta dalam pameran tersebut. Bahkan beberapa di antara pelaku usaha muda tersebut diberikan insentif berupa peniadaan biaya untuk mengikuti pameran.
Diharapkan upaya ini dapat mendorong semangat entrepeneur dari kalangan muda dan mampu mendorong produk UMKM berbasis inovasi lebih berkembang.
Baca Juga: Politisi Sekaligus Artis Senior Marissa Haque Meninggal Dunia, Titipkan Pesan ini Kepada Sang Anak
"Ini menjadi satu bukti bahwa kita memberikan kesempatan anak muda untuk bangkit. Melalui Inacraft ini kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk lebih maju lagi," kata Muchsin.(*)
Artikel Terkait
Mudahkan Penumpang, Beli Oleh Oleh Bisa Melalui Vending Machine UMKM di Stasiun Gambir
KemenKopUKM Waspadai Serbuan Impor Ilegal yang Ancam Pasar Produk UMKM
MenKopUKM Dukung Industri Perbankan Ciptakan Ekosistem Bisnis bagi Kemajuan UMKM