Wamendagri Sebut Segudang Manfaat dari Program Makan Gratis, Artis Ini Bangun Sekolah dan Tak Masalah SPP Dibayar Pakai Buah-buahan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Kamis, 12 Desember 2024 | 18:30 WIB
Wamendagri, Bima Arya Sugiarto (Dimas / Jurnal Metropolitan)
Wamendagri, Bima Arya Sugiarto (Dimas / Jurnal Metropolitan)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto menegaskan pemerintah akan mulai menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari 2025 mendatang.

Bima mengingatkan sejumlah konsep dan uji coba yang perlu dimatangkan oleh pemerintah demi warga RI dapat menerima segudang manfaat dari kehadiran program MBG.

Wamendagri itu menyoroti terkait anggaran yang harus disesuaikan dengan kondisi daerah di Indonesia.

Di sisi lain, Bima juga menegaskan tentang kesehatan hingga manfaat secara ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga: Nah Loh! Perbedaan Strategi PPN Dua Negara ASEAN: Indonesia Berani Tingkatkan Nilai, Vietnam Justru Sengaja Turunkan Angkanya

"Itu yang nomor satu (kondisi daerah). Nomor dua kesehatan, pastikan makanan itu memenuhi asupan gizi," ujar Bima dalam jumpa pers di Jakarta, pada Rabu, 11 Desember 2024.

Bima menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak demi memuluskan program makan bergizi gratis, terkhusus untuk anak-anak di sekolah.

"Dan yang ketiga, ada manfaat secara ekonomi bagi masyarakat dan bagi warga, dan itu membutuhkan kolaborasi," tegasnya.

Merangkul Warga Untuk Ikut Partisipasi

Dalam kesempatan yang sama, Bima menganggap kolaborasi dari pihak ketiga, seperti corporate social responsibility (CSR) atau lembaga sosial di masyarakat juga diperlukan dalam mendukung program MBG.

Baca Juga: Patroli Medsos hingga Konten Edukasi demi Cegah Tawuran di Malam Tahun Baru 2025, Akankah Berjalan Efektif?

Untuk itu, Bima memberikan apresiasi kepada perusahaan pelat merah maupun swasta yang mau terlibat langsung dalam program MBG.

"Kita mengapresiasi apabila ada pihak ketiga yang bisa ikut memberikan bantuannya karena bantuan CSR itu kan biasa untuk program pemerintah," terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X