Ia optimistis bahwa program ini akan berdampak luas, termasuk dalam menggerakkan perekonomian lokal.
“Vendor yang digunakan adalah UMKM lokal. Dengan ini, perekonomian daerah akan bangkit, memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi kita,” ucapnya.
Baca Juga: Nah Loh! DPRD Geram Layanan Biskita Transpakuan Dihentikan: Inkonsistensi Pemkot Bogor!
Sementara itu, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Philips Vermonte menegaskan pentingnya intervensi gizi sebagai langkah strategis.
“Program makan bergizi gratis sudah banyak dilakukan di negara lain seperti India dan Brasil. Pemerintah berupaya keras memenuhi gizi anak-anak secara merata untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas belajar mereka,” ujarnya.
Philips berharap program ini dapat meningkatkan tingkat kehadiran siswa di sekolah, terutama bagi anak-anak yang selama ini harus membantu keluarga mencari nafkah.
Baca Juga: Nasi Gonjleng, Jadi Kuliner Khas Cilegon
“Dengan adanya makan di sekolah, partisipasi siswa diharapkan meningkat,” pungkasnya.(*)
Artikel Terkait
PPN 12% Berlaku Hanya untuk Barang Mewah, Prabowo: Komitmen Kita Selalu Pro Rakyat
Prabowo Disambut Antusias Masyarakat Usai Umumkan PPN 12% Hanya untuk Barang Mewah
Sri Mulyani Tegaskan Kebijakan Prabowo: PPN Tidak Naik!