Baca Juga: Mengamati Rekam Jejak Erick Thohir: dari Inter Milan hingga Kursi Menpora
Sehingga menurut Prasetyo saat itu, memberi perintah pada Hasan Nasbi untuk memimpin Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan adalah sesuatu yang sah dan wajar.
Sempat Muncul Isu soal Anggaran di PCO
Mundurnya Hasan Nasbi saat itu juga diwarnai dengan isu permasalahan anggaran dana operasional untuk PCO.
Hal itu lantas dibantah tegas oleh Prasetyo Hadi dan memastikan tak ada permasalahan anggaran hingga berimbas pada penundaan gaji.
“Enggak, sama sekali nggak ada dan apa yang disampaikan itu, Alhamdulillah semuanya sudah selesai,” ujar Prasetyo dalam kesempatan yang sama.
“Sebelum ada surat pengunduran diri itu pun sudah terselesaikan, jadi bukan ya, tidak ada kaitannya dengan masalah ini, dengan gaji karyawan atau isu belanja, semua sudah selesai,” paparnya.
Hasan Nasbi Sempat Dapat Kritik Tajam karena Pernyataannya
Bulan Maret 2025 menjadi momen Hasan Nasbi banyak mendapat kritikan dari publik akibat pernyataan yang ia lontarkan.
Seperti saat ia menuliskan cuitan di X atau yang dulunya Twitter, menyebut beberapa pihak, yakni intelektual, influencer, dan para aktivis sudah menyebarkan provokasi hingga narasi bohong mengenai RUU TNI yang saat itu masih dibahas oleh DPR.
Ia juga sempat buka suara mengenai teror kepala babi yang diterima Tempo dengan mengatakan sebaiknya dimasak saja.
Kecaman atas pernyataannya tersebut bahkan datang dari Susi Pudjiastuti yang menyebutnya sebagai sosok ignorance dan mendesak Presiden Prabowo untuk tak lagi menunjuk Hasan sebagai juru bicara pemerintah.
Sementara itu, terpantau akun Instagram Hasan di @hasan_nasbi tengah membagikan beberapa ucapan perpisahan usai tak lagi menjabat sebagai Kepala PCO.
Artikel Terkait
Sorot Prioritas untuk Anak-anak dan Guru, Presiden Prabowo Minta Kementerian Hemat Anggaran
Kementerian UMKM Apresiasi Purworejo Expo 2025 sebagai Wadah UMKM Perluas Pasar
Perkuat Literasi Usaha Nasabah, PNM Kolaborasi dengan Kementerian UMKM