“Sekarang, orang menganggap kalau Whoosh bukan lompatan teknologi, kalau lompatan teknologi, Pak Harto sudah mulai dengan IPTN,” lanjutnya.
IPTN merupakan Industri Pesawat Terbang Nusantara yang didirikan pada 1976 dan menjadi awal mula PT Dirgantara Indonesia (Persero) sebelum restrukturisasi di tahun 2000.
“Habibie waktu itu menemukan ilmu rumus untuk membuat sayap (pesawat) yang akhirnya dipatenkan, itu artinya Indonesia pernah masuk dalam lompatan teknologi,” ucap Rocky Gerung.
“Indonesia pernah main di 30 ribu kaki, nah sekarang balik 0 kaki, merayap kan itu. Jadi, itu nggak benar (lompatan teknologi),” sambungnya.
Baca Juga: Peringatan HUT ke-54 Korpri, Dedie Rachim: Korpri Harus Hadir Melayani dan Wujudkan Mimpi Warga
Whoosh Jadi Bagian Bangun Relasi dengan China?
Dalam video yang sama, Rocky lantas menyinggung tentang upaya untuk membangun relasi dengan China melalui proyek Whoosh.
“Orang merasa bahwa apakah ini bagian dari mark up? Asumsi publik kan, apakah ini bagian cawe-cawe bangun relasi dengan China secara hubungan internasional?” lanjutnya.
Mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN) Sri Radjasa Chandra yang menjadi host podcast tersebut menambahkan bahwa persoalan Whoosh bukan lagi sekadar utang negara.
“Whoosh jadi pintu masuk buat China untuk memfasilitasi, mengisi kedaulatan di bidang berhubungan,” ujar Sri Radjasa.
Mengenai hubungan Indonesia dan China terkait Whoosh, Rocky Gerung menyebut Jepang seharusnya menjadi pihak yang paling marah.
Pasalnya, studi dan riset proyek kereta cepat dilakukan oleh Jepang, tapi hasilnya justru diberikan kepada China.
Hal itu juga sempat disinggung oleh akademisi Sulfikar Amir mengenai studi kelayakan Whoosh.
“Mereka (China) mengambil studi kelayakan Jepang, dipelajari lalu membikin proposal studi kelayakan terhadap studi kelayakan,” kata Sulfikar Amir dikutip dari podcast Forum Keadilan TV pada Kamis, 13 November 2025.
Artikel Terkait
SPBU Swasta Beli BBM dari Pertamina adalah Jebakan Monopoli? Begini Kata DPR dan Pengamat
Pengamat Sebut Ada Kemiripan Purbaya dan Sri Mulyani di Awal Jabatan, Ingatkan soal Jaga Hubungan dengan Kelas Menengah
Pengamat Soroti Kemungkinan Roy Suryo cs Dapat Keadilan Langsung dari Presiden dalam Kasus Ijazah Jokowi