Selain itu, Pemerintah Kabupaten Agam merilis 78 orang lainnya masih belum ditemukan.
Jumlah korban hilang di Kecamatan Palembayan sebanyak 69 orang, sedang di Kecamatan Malalak 7 orang dan Tanjung Raya 2 orang.
Berkaca dari hal itu, ribuan warga di Kabupaten Agam terpaksa mengungsi dari rumah mereka menyusul serangkaian bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
2.500 Warga Mengungsi
Secara terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono melaporkan jumlah warga kini berada di lokasi pengungsian setelah curah hujan ekstrem memicu banjir bandang, tanah longsor, dan luapan sungai.
"Ada 2.500 warga yang mengungsi ke lokasi pengungsian yang telah disediakan," ujar Rahmat dalam keterangan resminya di Lubuk Basung, Agam, Sumbar, pada Sabtu, 29 November 2025.
Terkait hal itu, pemerintah daerah (Pemda) di Kabupaten Agam juga disebut telah menyiapkan fasilitas dan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban bencana.
Titik-titik Lokasi Pengungsian
Ribuan warga yang mengungsi tersebar di beberapa kecamatan yang terdampak paling parah oleh bencana alam ini.
Di Kecamatan Ampek Koto, sekitar 600 orang harus meninggalkan rumah mereka akibat luapan sejumlah sungai yang deras.
Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Beban Psikologis Prabowo Sebagai Pemimpin dalam Setahun Pemerintahan
Di wilayah Kelurahan Dalam, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, sekitar 100 warga mengungsi karena akses jalan terputus total.
Mereka kini menempati Kantor Wali Nagari Pasia Laweh yang dijadikan posko pengungsian.
Fasilitas ini menjadi tempat berlindung sementara bagi para korban bencana.
Artikel Terkait
Fakta Terkini Bencana Tambang Longsor di Cirebon: Telan 14 Korban Tewas, 8 Orang Dilaporkan Hilang
Di Balik Insiden 4 Jembatan Putus di Aceh, Ada Siklon Tropis Senyar yang Picu Bencana Banjir-Longsor
Bencana Banjir hingga Longsor di Sumatera: 150 Tenda hingga 100 Alat Komunikasi Dikerahkan untuk Pulihkan Daerah Terdampak