Akses Sejumlah Wilayah Tapanuli Tengah Masih Putus, Warga Harus Mendaki Hutan untuk Dapat Bantuan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 24 Desember 2025 | 09:13 WIB
Warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah harus melewati hutan untuk mengambil bantuan. (Instagram/rizkisiahaan_)
Warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah harus melewati hutan untuk mengambil bantuan. (Instagram/rizkisiahaan_)



JURNALMETROPOLITAN.com - Banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera pada akhir November 2025 lalu membuat banyak akses jalan terputus.

Seperti warga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang harus memutar jalan untuk bisa mendapatkan bantuan pascabanjir.

Bantuan yang disalurkan, di beberapa wilayah hanya mampu mencapai titik tertentu karena akses terbatas.

Sehingga, warga harus menjemputnya sendiri ke posko untuk bisa mendapatkan bantuan.

Lewati Hutan yang Curam dan Licin

Jalan yang ditempuh warga pun cukup berbahaya karena harus melewati hutan dengan beberapa area curam.

Baca Juga: Momen Warga Desa Sekumur Aceh Tamiang Curhat ke Istri Mualem, Logistik Aman tapi Alat Ibadah Kurang: Puasa Sebentar Lagi

Tak hanya itu, jalan yang dilalui pun berupa tanah basah dan licin.

“Ibu ini tertinggal dari rombongan, perjuangan warga Desa Simaninggir membawa bantuan,” mengutip dari keterangan video yang diunggah oleh akun Instagram @rizkisiahaan_ pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Dalam video itu, terlihat bahwa seorang ibu tengah beristirahat usai mendapatkan setengah karung bantuan logistik.

Saat di hutan, tampak para warga memanggul dan berpegangan pada pohon sekelilingnya untuk bisa naik ke atas.

Jalan aspal baru terlihat setelah melewati hutan dan ladang di bagian atas.

Jalan Desa Simaninggir Masih Terputus

Sementara itu, seorang influencer dengan akun Instagram @carramell_ mengunggah kondisi terbaru jalan Desa Simaninggir yang masih belum bisa dilewati.

Jalan aspalnya terputus karena tanah yang longsor membelah di bagian tengah.

Baca Juga: Relawan Banjir Sumatera Bagikan Cerita saat Bocah Pengungsi Minta Sajadah: Buat Mama Salat

“Ini merupakan hari ke-24 terputusnya jalan yang menghubungkan akses dari Medan menuju Sibolga. Semoga lekas ditangani dengan serius,” dikutip dari keterangan dalam unggahannya pada Minggu, 21 Desember 2025.

“Ada ratusan masyarakat yang harus berjuang setiap harinya berjalan menuruni dan menaiki bukit untuk bisa membawa bahan makanan dari posko bantuan dan dibawa ke rumah,” paparnya.

Sejumlah Kecamatan di Tapanuli Tengah Masih Terisolir

Kecamatan Sitahuis menjadi satu dari empat kecamatan yang aksesnya masih sulit untuk dilalui selain Sibabangun, Tukka, dan Lumut.

Sementara Desa Simaninggir bersama Bonan Dolok, Naga Timbul, dan Kelurahan Nauli masih terisolir karena dampak banjir dan tanah longsor.

Badan jalan yang amblas membuat beberapa titik tertimbun tanah dan menyulitkan warga untuk mendapatkan bantuan.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X