Setelah Berhari-hari Terisolasi Tanpa Listrik, Warga Pulau Tiga Akhirnya Disambangi Relawan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 24 Desember 2025 | 13:19 WIB
Tangkapan layar kondisi warga Pulau Tiga, Aceh Tamiang yang belum terjamah bantuan sejak banjir bandang. (TikTok/afdhalkm)
Tangkapan layar kondisi warga Pulau Tiga, Aceh Tamiang yang belum terjamah bantuan sejak banjir bandang. (TikTok/afdhalkm)

JURNALMETROPOLITAN.com - Rasa haru dan syukur tak terbendung menyelimuti warga Desa Pulau Tiga, Aceh Tamiang

Setelah berhari-hari terisolasi dalam kegelapan dan keterbatasan pasca-banjir bandang, harapan mereka kembali tumbuh saat rombongan relawan akhirnya berhasil menembus wilayah mereka untuk pertama kalinya.

Momen emosional ini terekam dalam unggahan akun TikTok @afdhalkm pada Selasa, 23 Desember 2025. 

Dalam video tersebut, tampak warga menyambut kedatangan relawan dengan mata berkaca-kaca, seolah mendapatkan tumpuan setelah sekian lama merasa terlupakan.

Baca Juga: Potret Krisis Air Aceh Tamiang: Warga Gunakan Air Genangan Bekas Pabrik Demi Bertahan Hidup

Penantian Panjang di Tengah Keterasingan


Pulau Tiga sempat menjadi titik yang sulit dijangkau. 

Selama banjir melanda hingga air mulai surut, warga mengaku harus bertahan hidup dengan sisa-sisa apa yang mereka miliki tanpa adanya pendampingan dari pihak luar.

"Terima kasih sudah kemari nengok kami, melihat keadaan kami di sini," ucap seorang wanita dalam video tersebut.

Ungkapan terima kasih yang tulus itu mencerminkan betapa berartinya kehadiran orang luar bagi mereka saat ini. 

Bukan sekadar bantuan fisik, namun kehadiran relawan menjadi bukti bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini.

Baca Juga: Kearifan Lokal Desa Sekumur: Manfaatkan Pasir dan Batu Jadi Saringan Air Alami di Aceh Tamiang

Penderitaan warga Pulau Tiga terasa kian berat karena mereka harus melewati masa-masa sulit dalam kondisi gelap gulita. 

Selain akses jalan yang terputus, jaringan listrik di wilayah tersebut sudah padam bahkan sebelum bencana banjir bandang menerjang.

"Karena belum ada relawan yang datang ke kampung kami, sama sekali," imbuhnya.

Kondisi desa yang sunyi dan gelap membuat warga merasa terputus dari dunia luar. 

"Dari sebelum banjir memang sudah mati lampu," pungkas wanita tersebut.

Kehadiran relawan di Pulau Tiga menjadi titik balik bagi warga setempat. Meski infrastruktur masih lumpuh dan pemulihan baru saja dimulai, setidaknya rasa syukur atas adanya kepedulian dari sesama memberikan kekuatan bagi warga.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X