Cerita Warga Dusun Lelabu Aceh Tengah, 4 Jam Mendayung Sampan ke Takengon untuk Menyelamatkan Diri

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 6 Januari 2026 | 12:10 WIB
Warga Dusun Lelabu, Mendale, Aceh Tengah yang masih kesulitan akses darat untuk dapat bantuan. (Instagram/syahru_ozer)
Warga Dusun Lelabu, Mendale, Aceh Tengah yang masih kesulitan akses darat untuk dapat bantuan. (Instagram/syahru_ozer)

JURNALMETROPOLITAN.com - Banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera memberi duka bagi warga di 3 provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Lebih dari sebulan usai bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, sejumlah wilayah di Aceh Tengah masih terisolir dan membutuhkan bantuan.

Salah satunya warga Dusun Lelabu, Kampung Mendale, Kebayakan, Aceh Tengah yang tinggal di rumahnya dengan was-was terjadi banjir atau longsor susulan.

Akses darat yang terputus membuat warga kesulitan untuk mendapat bantuan karena satu-satunya jalan hanya bisa melalui danau Lut Tawar.

Warga Naik Kapal untuk Keluar dari Dusun

Seorang warga dari Dusun Lelabu menceritakan bahwa saat kejadian banjir dan tanah longsor pada 26 November 2025, air mulai datang dengan deras sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca Juga: Aksi Teror Terekam CCTV, Sherly Annavita Beri Peringatan Keras untuk Pelempar Telur Busuk di Kediamannya

Ia menceritakan, anak-anak dan perempuan keluar lebih dulu dari dusun dengan dijemput oleh kapal pesantren.

“Datang kapal dari Mendale ke sini, jemput anak ke pesantren. Terus lari aku ke sana, nanya mana sopirnya. Saya bilang setelah jemput anak pesantren ini, jemput lagi kami ke sini dua kapal,” ucapnya dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @syahru_ozer pada Jumat, 2 Januari 2026.

Menurut pengakuannya, dua kapal datang lagi dan menjemput para perempuan dan anak-anak lainnya pukul 17.00 WIB dan tiba di posko sekitar pukul 21.00 WIB.

“Bapak-bapak nggak ada pergi, mereka di sini. Akhirnya datang air dari atas jam 00.00 WIB dan bapak-bapak ini naik sampan ke Takengon sampainya jam 04.00 WIB, tanpa lampu di tengah danau,” lanjutnya.

Akses Hanya Lewat Danau, Mendayung Sampan hingga 4 Jam

Jalan darat yang menjadi akses ke Dusun Lelabu putus total, membuatnya hanya bisa dijangkau melalui danau.

Warga lainnya menceritakan kengerian saat mendayung sampan untuk mencapai Takengon.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X