JURNALMETROPOLITAN.com - Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera yang terjadi pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan duka hingga saat ini.
Lebih darii seribu orang meninggal dunia dan ratusan ribu lainnya harus berjuang hidup dengan kondisi yang tak sama lagi pascabanjir datang.
Namun, di tengah upaya penanggulangan banjir, ada cerita hangat yang dibagikan oleh seorang relawan.
Dokter sekaligus relawan yang datang ke Aceh, Ilham Syahputra berbagi cerita tentang relawan lokal yang ditemuinya di Bener Meriah.
“Sisi kemanusiaanku diuji. Ada satu kejadian di Bener Meriah, Aceh, ketika aku menjadi relawan di sana, aku dan tim turun mencari relawan lokal di sana,” ujarnya dikutip dari video yang diunggah di akun Instagramnya, @dr.ilhamsyhputra pada Selasa, 6 Januari 2026.
Baca Juga: Sinkhole di Tengah Persawahan Warga Limapuluh Kota Sumbar, dari Air Warna Coklat Kini jadi Biru: Kondisinya Seperti Telaga
Menurutnya, relawan lokal dibutuhkan untuk membantu proses mapping saat penyaluran bantuan dilakukan.
“Jumpalah satu relawan lokal di sana. Hari pertama, dia membantu kami menyisiri tempat dan memberikan bantuan,” lanjutnya.
Renananya, kegiatan penyaluran bantuan akan dilakukan secara berkelanjutan di keesokan harinya.
Relawan Bener Meriah Minta Tolong Periksa sang Ibu
Cerita mengharukan dimulai ketika relawan tersebut memintanya untuk memeriksa kondisi sang ibu yang sedang menurun.
“Keesokan paginya, sebelum berangkat, relawan ini menghubungi aku, ‘Dok, boleh tolong ke rumah nggak? Cek kondisi ibu aku, ibu aku sakit.’ Aku datang dengan satu orang tim,” jelasnya.
Baca Juga: Pencarian Masih Nihil, Ayah Pendaki yang Hilang Sempat Ikut Naik Gunung Slamet Demi sang Anak
Ia melanjutkan dengan mengatakan setelah diperiksa di rumahnya, kondisi ibu relawa tersebut cukup buruk karena punya riwayat hipertensi, bengkak, dan sesak napas.
Dokter Ilham lantas mengatakan bahwa sang ibu harus dibawa ke rumah sakit agar mendapat pemeriksaan lebih intensif.
“Saat dibawa ke mobil, ibu merintih kesakitan, lalu ketika hendak berangkat mengalami penurunan kesadaran. Di situ sebagai dokter, langsung cek kesadaran, tidak respons. Cek arteri karotisnya, masih ada tapi tipis,” terangnya.
Ibu Meninggal Dunia, Relawa Masih Ingin Lanjut Distribusi Bantuan
Setelah sampai di IGD dan mendapatkan penanganan, sang ibu meninggal dunia dan berencana untuk membatalkan distribusi bantuan.
“Aku paham rasa sakitnya saat seorang ibu meninggal, lalu ku bilang ke tim kalau cancel dan fokus pada relawan dan kita kasihh bantuan moral dan sedikit bantuan untuk keluarganya” tambahnya.
Baca Juga: Ammar Zoni Sempat Minta Rekaman CCTV saat Persidangan, sang Adik Justru Nilai Hal Itu Berisiko Tinggi
“Malamnya kita ikut tahlilan. Nah, di sini sisi kemanusiaanku disenggol. Dia bilang, ‘Dok, makasih ya udah bantu. Untuk besok, gimana ya? Kita mau kemana? Kita salurkan bantuan kemana lagi?’ kan yang butuh bantuan kau di sini, kenapa masih sempat pikirkan yang lain?” tuturnya lagi.
Tuai Pujian dari Warganet
Tak sedikit warganet yang meninggalkan komentar positif dan apresiasi pada unggahan video cerita tentang relawan tersebut.
Beberapa komentar seperti, “Dokter dan relawan ketemu sama orang-orang kuat dan hebat. Sehat-sehat selalu semuanya,” tulis akun @titi*****
“Beliau udah kehilangan ibu dan merasa nggak mau kehilangan-kehilangan ibu yang lain mungkin yang dipikirkannya,” tulis akun @qian*******
Baca Juga: Viral di Media Sosial, Perjuangan Guru Aceh Tengah yang Harus Seberangi Sungai dengan Tali Sling saat akan ke Sekolah
“Semoga dengan kebaikan si anak, jadi amal jariyah untuk ibunya,” tulis akun @mit****
“Hebat relawannya, kehilangan seorang ibu tapi masih ingat kemanusiaan,” tulis akun @irsy*******.(*)
Artikel Terkait
Pakar Nilai Seskab Teddy Informasikan Penanganan Bencana Sumatera untuk Jawab Keresahan Publik
Usai Bencana Sumatera, Ferry Irwandi Sarankan Strategi Baru Penanganan Banjir: dari Logjam hingga Bottleneck Sungai
Lumpur dan Bongkahan Batu Berserakan, Agam Sumatera Barat Diterjang Banjir Lagi