JURNALMETROPOLITAN.com - Sebuah video viral di media sosial yang menampilkan perjuangan guru di Aceh Tengah saat akan pergi mengajar.
Seperti diketahui, kegiatan belajar mengajar sudah mulai aktif pada Senin, 5 Januari 2026 usai rampungnya libur semester dan periode Nataru.
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @rahmisasmitasari pada Senin, 5 Januari 2026, dua orang guru di Desa Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah menyeberangi sungai dengan aliran deras di bawanya.
Akses Jalan dengan Tali Sling
Dibantu oleh warga dan beberapa TNI, keduanya menggunakan tali sling untuk bisa mengajar ke sekolah yang terletak di seberang sungai.
Baca Juga: Beredar Video Warga Pati Pertanyaan Izin Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih yang Hendak Dibangun di Lapangan Desa
“Hari pertama sekolah pascabencana banjir bandang dan longsor, 5 Januari 2026. Spot jantung ngeri-ngeri sedap,” tulisnya pada bagian caption.
Momen menegangkan terekam saat terlihat air sungai berwarna coklat tersebut juga memiliki arus yang cukup deras.
“Ini kalau putus kayak mana? Astaghfirullah, jangan di tengah ini diberhentiin,” teriaknya histeris saat tali sling yang ditarik dari seberang agak melambat.
“Selamat ini, Alhamdulillah,” lanjutnya setelah tiba di seberang sungai.
Selain menggunakan tali sling, tampak di video jalan lain untuk bisa menyeberang adalah dengan meniti jembatan tali sederhana.
Menuai Apresiasi Warganet
Perjuangannya untuk mengajar meski akses terbatas tersebut menuai pujian dan apresiasi dari warganet.
Baca Juga: Mau Liburan di The Jungle dengan Harga Murah? Yuk Simak Caranya Disini!
Beberapa komentar dari warganet seperti, “Perjuangan guru demi mengajarkan murid-muridnya di sekolah yang patut diapresiasi,” tulis akun @Hen***
“Semoga Allah memberikan keberkahan keselamatan dalam bertugas,” tulis akun @ind***
“Semangat perjuangan guru mencerdaskan siswanya di Aceh,” tulis akun @Alay*******
Tak sedikit pula warganet yang berharap agar disediakan pelampung hingga helm bagi warga yang akan menyeberang untuk mengantisipasi insiden jatuh ke sungai.
Tali Sling jadi Akses Sehari-hari Warga Ketol
Tali sling dari kabel listrik PLN itu dibuat oleh masyarakat sebagai satu-satunya cara agar warga tetap bisa beraktivitas, meski bahaya jatuh dan hanyut mengancam.
Baca Juga: Aksi Warga Amankan Mobil Camat Pantan Cuaca yang Hanyut di Gayo Lues, Evakuasi dengan Tali Sling
Tak hanya untuk menyeberang warga, tali sling itu juga menjadi cara agar hasil bumi seperti durian, cabai, kopi, hingga beras tetap bisa terangkut sampai ke pasar.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, sempat menyatakan bahwa telah menyampaikan permasalahan akses tersebut kepada Presiden dan Menteri ketika rapat bersama.
Sebelumnya, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, juga sempat ramai di media sosial ketika menyeberangi sungai menggunakan tali sling.
Insiden menegangkan dialami Muchsin saat salag satu tali sling pengikat kawat putus di tengah-tengah ketika menyeberangi Sungai Bergang yang ada di Desa Bergang, Kecamatan Ketol pada 24 Desember 2025 lalu.
Baca Juga: Cerita Warga Dusun Lelabu Aceh Tengah, 4 Jam Mendayung Sampan ke Takengon untuk Menyelamatkan Diri
Muchsin hampir terjatuh ke sungai dari ketinggian sekitar 10 meter di bawahnya.
Tali sling tersebut putus karena tak kuat menahan beban tubuhnya bersama motor trail yang ikut diangkut ke seberang.(*)
Artikel Terkait
Tampak seperti Istri TNI, Viral Ibu-ibu Korban Bencana Aceh Ngaku Bahagia Pakai Baju Persit di Tengah Duka Akibat Banjir Bandang
Mobil PLN Kesulitan Masuk, Warga dan Petugas Saling Bantu Agar Listrik Masuk Pemukiman yang Terdampak Bencana di Aceh
Cerita Warga Dusun Lelabu Aceh Tengah, 4 Jam Mendayung Sampan ke Takengon untuk Menyelamatkan Diri