JURNALMETROPOLITAN.com - Kondisi sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, masih belum bisa pulih usai banjir bandang disertai tanah longsor pada akhir November 2025.
Salah satunya yang terjadi di Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, saat warganya kini menghadapi permasalahan baru.
Air bersih untuk kegiatan sehari-hari warga Samar Kilang masih sulit untuk diakses.
Keluar dari Desa untuk Mendapatkan Air Bersih
Kesulitan akses air bersih membuat warga Samar Kilang harus mencari hingga keluar desa.
Baca Juga: Banjir Bandang di Wisata Guci: 3 Titik Rusak Parah hingga Kirim Kayu Gelondongan ke Pantai Larangan
Hal serupa sempat terjadi ketika warga berbondong-bondong jalan kaki ke kampung Kem, Bener Meriah demi mendapatkan sembako dan BBM.
“60 hari yang lalu, cari minyak ke Kem. Sekarang cari air ke Keken,” dikutip dari unggahan akun Instagram @keber_samar__kilangg pada Senin, 26 Januari 2026.
“Kami butuh air bersih karena air bersih yang dulu sudah habis dibawa banjir dan longsor,” imbuhnya.
Dalam video yang diunggah, tampak sejumlah warga membawa dirigen dan mengantre untuk mengisi air bersih.
Pipa tersebut berasal dari sumur di gunung dan disambung dengan pipa, lokasinya berada di pinggir jalan raya yang sudah rusak karena banjir dan longsor.
Air Bersih untuk Kebutuhan Minum dan Mandi Sehari-hari
Menilik dari video lain, perekam membeberkan bahwa air tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak dan mandi.
Baca Juga: HOAKS: Kemenkeu Pastikan Post Medsos yang Sebut 200 T Menguap di Himbara adalah Berita Bohong
Artikel Terkait
Dirut Perumda Tirta Pakuan: Pipa 12 inci Patah Tergerus Longsor, 30.000 Pelanggan Tertahan Pasokan Air Bersih
Sharing Pengelolaan Air Bersih, DPRD Kota Bogor Kunker ke PDAM Cirebon
Belasan Relawan Kemanusiaan Wapalapa Unpak, Jalankan Misi Pasukan Air Bersih di Aceh dan Pidie Jaya