JURNALMETROPOLITAN.com - Banjir bandang yang disertai tanah longsor pada akhir November 2025 di Sumatera memberi dampak besar bagi para penyintas.
Sebagian warga harus kehilangan keluarga yang menjadi korban dan banyak lainnya harus merelakan rumahnya rusak bahkan hanyut.
Dua bulan pascabanjir, masih banyak daerah terdampak yang belum bisa sepenuhnya pulih.
Salah satunya Dusun Sarah Gala, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.
Cerita Pengurus Dayah, Anak-anak Masih Libur Mengaji
Pascabanjir bandang, Saimah, salah satu pengurus dayah atau tempat belajar mengaji menceritakan aktivitasnya yang tiba-tiba terhenti.
Saimah mengatakan bahwa anak-anak yang belajar mengaji di tempatnya masih libur karena banjir dan longsor yang menerjang dayah.
“Iya, udah dua bulan nggak ada ngaji, nggak ada salat bersama,” ucap Saimah, mengutip dari video yang diunggah akun Instagram @hijrahpeduli.id pada Jumat, 30 Januari 2026.
Tempat Mengaji Keluarga
Saimah mengungkapkan bahwa awalnya tempat mengaji miliknya hanya untuk keluarga saja, sampai anak-anak sekitar ikut belajar.
“Dasarnya untuk keluarga, habis lama kelamaan banyaklah murid. Dibuatlah pesantren mengaji,” imbuhnya.
Kini, tempat tersebut sudah rata menjadi tanah tanpa bangunan yang tersisa lagi.
“Di sana dulu ada bangunan, yang besar belajar di sana, yang kecil satu di sebelahnya. Iqro’-iqro’ belajarnya di situ,” terangnya sambil menunjukkan bekas bangunan sebelumnya.
Artikel Terkait
Dua Bulan Pascabanjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Masih Krisis Air Bersih
Pedesaan Aceh Tengah Dihebohkan Fenomena Lubang Raksasa, Badan Jalan Menggantung Imbas Tanah yang Tergerus Longsor
Kondisi Aceh Tamiang saat Ini, Ancaman Debu Kering hingga Kata Mendagri soal 10 Ribu Personel untuk Bersihkan Lumpur Bekas Banjir