JURNALMETROPOLITAN.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong IPB University untuk semakin agresif mengembangkan riset yang aplikatif dan berorientasi bisnis. Hal tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Science Techno Park IPB, Bogor, Kamis (9/4/2026).
Dalam arahannya, Mentan menekankan bahwa dunia kampus, khususnya IPB, harus menjadi pusat lahirnya inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata di lapangan sekaligus menciptakan nilai ekonomi.
“Kenapa kita bisa dapat rezeki? Karena saya lihat masalah dunia. Pupuk, racun tikus. Saya teliti, lumayan dapat rezeki,” ujar Mentan.
Ia mencontohkan pengalamannya yang meneliti produk pengendalian hama hingga belasan tahun sebelum akhirnya berhasil dikomersialisasikan.
“Dikira pelihara tuyul, dan lain-lain yang ngga benar. Kita lahirkan ide. 13 tahun meneliti racun tikus, baru laku dijual,” tegasnya.
Menurutnya, kekuatan utama perguruan tinggi ada pada kemampuan berpikir dan melahirkan solusi. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk berani menjual gagasan dan inovasi, bukan sekadar mencari pekerjaan.
“Anak muda harus diajari, di IPB ini, yang paling enak ini menjual otak, menjual ide,” katanya.
Mentan juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Ia menyebut potensi besar mahasiswa agribisnis dalam menciptakan usaha berbasis inovasi pertanian.
“Jumlah mahasiswa sekolah bisnis IPB ada 1.400 an, mahasiswa agribisnis 500. Kita bridging mahasiswa dan kampus kepada bisnis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mentan mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan IPB dalam pengembangan teknologi pertanian, termasuk inovasi peternakan berbasis probiotik.
Artikel Terkait
Titiek Soeharto Sentil Mentan Amran soal Kedelai, Konsumsi Dalam Negeri Banyak tapi Masih Impor
Banjir Sumatera: Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Aman, Pemerintah Kirim Ribuan Ton Beras dan Minyak Goreng
Mentan Amran Ungkap Praktik Serakahnomic di Bisnis Beras: Bicara Bagaimana Penggilingan Kecil Dimatikan