Junetra menyebut, proses pengangkatan korban dari puing-puing helikopter berlangsung hingga malam hari.
"Proses evakuasi dimulai dengan pengangkatan korban dari puing-puing helikopter yang berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB," kata Junetra dalam keterangannya, pada Jumat, 17 April 2026.
"Selanjutnya, tim melaksanakan penurunan korban dari lokasi puncak bukit menuju Posko Lapangan SAR Gabungan," tambahnya.
Korban Dibawa ke RS Bhayangkara
Junetra menjelaskan, setelah berhasil dievakuasi dari titik jatuhnya helikopter, proses berikutnya adalah menurunkan seluruh jenazah menuju posko lapangan.
Kepala SAR Kelas A Pontianak itu menuturkan, tahapan ini baru rampung pada Jumat, 17 April 2026, sekitar pukul 05.00 WIB.
Tak lama berselang, tepat pukul 05.52 WIB, seluruh korban dimasukkan ke dalam ambulans.
Di samping itu, 8 unit ambulans telah disiapkan untuk mempercepat proses evakuasi menuju fasilitas kesehatan.
Sebelum sampai ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Pontianak, jenazah korban terlebih dahulu disemayamkan di Markas Yonif 642/Kapuas Sanggau pada pukul 06.05 WIB sebagai titik transit.
"Estimasi waktu tempuh perjalanan darat sekitar 3 jam 30 menit, dengan perkiraan tiba pukul 08.30 WIB,” tandas Junetra.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait ihwal penyebab jatuhnya Helikopter PK-CFX di kawasan perbukitan Sanggau, Kalbar.(*)
Artikel Terkait
3 Kecelakaan Pesawat Ini Hebohkan Jagat Medsos? Jangan Lupakan Tragedi di Indonesia: dari Insiden Tergelincir hingga Penurunan Drastis!
Kebakaran Pabrik Plastik di Sekitar Kawasan Bandara Soetta, 47 Pesawat Sempat Berputar-putar di Udara
Viral Ridwan Kamil Diminta Penumpang Protes ke Petugas Imbas Pesawat Delay di Bali karena Pengaspalan Bandara: Tunjukkan Powermu Pak!